GROBOGAN — Rangkaian Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 dimulai dengan pengambilan Api Dharma di Sumber Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti para bhikkhu, anggota Sangha, serta umat Buddha dari berbagai daerah yang hadir untuk menyaksikan salah satu tahapan penting sebelum perayaan puncak Waisak Nasional di kawasan Candi Borobudur.
Api Dharma diambil dari sumber api alam yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari tradisi perayaan Waisak di Indonesia. Setelah melalui doa bersama dan ritual keagamaan, api disimpan dalam wadah khusus untuk kemudian dibawa menuju Magelang sebagai bagian dari rangkaian Waisak 2570 BE.




Keberadaan Api Abadi Mrapen memiliki hubungan panjang dengan perayaan Waisak Nasional. Setiap tahun, api dari lokasi tersebut digunakan dalam rangkaian upacara yang berlangsung di Borobudur. Karena itu, pengambilan Api Dharma selalu menjadi agenda yang dinantikan umat Buddha menjelang peringatan Tri Suci Waisak.
Tahun ini, prosesi berlangsung dengan dihadiri puluhan bhikkhu serta ratusan umat Buddha. Sejak pagi hari, kawasan Mrapen dipadati peserta yang mengikuti jalannya ritual. Sejumlah perwakilan majelis dan organisasi Buddhis juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Api Dharma kemudian akan dibawa bersama Air Berkah Waisak yang berasal dari Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung. Kedua unsur tersebut selanjutnya digunakan dalam berbagai rangkaian upacara yang digelar di Candi Mendut dan Candi Borobudur.
Bagi umat Buddha, penggunaan Api Dharma dalam perayaan Waisak berkaitan dengan upaya menjaga tradisi yang telah berlangsung dari tahun ke tahun. Selain menjadi bagian dari tata cara perayaan Waisak Nasional, pengambilan api di Mrapen juga menunjukkan kesinambungan pelaksanaan ritual keagamaan yang tetap dijalankan hingga sekarang.




Perayaan Waisak 2570 BE tahun 2026 diperkirakan akan dihadiri ribuan umat Buddha dari berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara. Selain ritual keagamaan, sejumlah agenda lain telah disiapkan, mulai dari pengambilan Air Berkah, puja bakti, pradaksina, meditasi, hingga pelepasan lampion pada malam puncak Waisak di kawasan Borobudur.
Dari Grobogan menuju Magelang, perjalanan Api Dharma menjadi salah satu rangkaian awal yang menandai dimulainya perayaan Waisak 2570 BE. Nyala api yang dibawa dari Mrapen akan menyertai berbagai tahapan upacara hingga puncak peringatan Hari Raya Waisak Nasional di Candi Borobudur.







