Jakarta Pusat — Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI) meresmikan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) WALUBI SARANIYADHAM di Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026). Fasilitas ini dipersiapkan sebagai pusat pendidikan Buddhadharma, pembinaan spiritual, serta pengembangan sumber daya manusia umat Buddha di Indonesia.
Acara peresmian dihadiri oleh anggota Sangha dari berbagai tradisi Buddhis, jajaran pengurus DPP WALUBI, pimpinan majelis dan lembaga keagamaan Buddha yang tergabung dalam WALUBI, serta perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne WALUBI, dilanjutkan tarian puja, sambutan, pemukulan gong, doa lintas tradisi Buddhis, pemberkahan Tirta Paritta, hingga pemotongan tumpeng.
Wakil Ketua Umum DPP WALUBI Karuna Murdaya menyampaikan bahwa SARANIYADHAM dibangun sebagai ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada umat Buddha untuk mempelajari ajaran Buddha secara lebih luas, mulai dari aspek filsafat, etika, hingga praktik kehidupan sehari-hari.
Ia mengatakan DPP WALUBI menyediakan gedung beserta seluruh fasilitas pendukung agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh majelis dan lembaga keagamaan Buddha yang berada di bawah naungan WALUBI. Menurutnya, pusat pendidikan serupa diharapkan dapat berkembang di berbagai provinsi sehingga pembinaan umat dapat berlangsung secara lebih merata.




Dewan Kehormatan DPP WALUBI, Yang Mulia Bhikkhu Wongsin Labiko Mahathera, menjelaskan bahwa nama SARANIYADHAM berasal dari ajaran Saraniya Dhamma, yaitu enam pedoman kehidupan yang disampaikan Sang Buddha untuk mempererat persaudaraan di antara umat.
Enam pedoman tersebut meliputi pengembangan cinta kasih melalui perbuatan, ucapan, dan pikiran, kebiasaan berbagi kepada sesama, menjalankan sila yang sama, serta memiliki pandangan yang sejalan dalam menjalankan Buddhadharma. Menurut Bhikkhu Wongsin, prinsip-prinsip tersebut menjadi arah penyelenggaraan berbagai kegiatan pendidikan di SARANIYADHAM.
Bhikkhu Wongsin juga menyampaikan bahwa gedung tiga lantai tersebut dapat digunakan oleh seluruh majelis dan lembaga keagamaan Buddha anggota WALUBI sebagai tempat pelatihan, kajian Buddhadharma, pembinaan umat, maupun kegiatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia Buddhis. Seluruh fasilitas operasional disediakan agar kegiatan pendidikan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Pelaksana Tugas Direktur Urusan dan Pendidikan Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Dr. Budi Sulistio, S., M.Pd., M.H., menyampaikan apresiasi atas berdirinya Pusat Pendidikan dan Pelatihan SARANIYADHAM.
Menurutnya, keberadaan pusat pendidikan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan Buddha sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 27 Tahun 2025. Ia menyebut pusat pelatihan tersebut dapat mendukung penyelenggaraan pendidikan keagamaan Buddha nonformal melalui berbagai kegiatan pembelajaran, retret, pelatihan, dan pembinaan umat.
Budi Sulistio berharap SARANIYADHAM dapat melayani peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Selain pembelajaran Buddhadharma, tempat ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, budaya, dan berbagai program pengembangan umat Buddha.
Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Jenderal DPP WALUBI Yang Mulia Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera, didampingi jajaran pengurus WALUBI dan perwakilan pemerintah. Setelah itu dilaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh Sangha dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Tantrayana, dilanjutkan pemberkahan Tirta Paritta serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas mulai beroperasinya pusat pendidikan tersebut.
Melalui peresmian SARANIYADHAM, DPP WALUBI menyediakan ruang pembelajaran bersama bagi seluruh majelis dan lembaga keagamaan Buddha yang tergabung dalam WALUBI. Keberadaan pusat pendidikan ini diharapkan mendukung lahirnya generasi Buddhis yang memiliki pemahaman Buddhadharma yang baik, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.







