Palembang – Dewan Pengurus Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPD WALUBI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) atau Pasamuan Daerah di Auditorium Lantai 3 Sekretariat PTITD dan Martrisia Agung Komda Sumsel, Jalan Veteran, Palembang, Rabu (1/7/2026). Forum tersebut menetapkan Tjik Harun, S.E., S.H., M.H., yang dikenal dengan sapaan Ko Awi, sebagai Ketua DPD WALUBI Sumatera Selatan masa bakti 2026–2031 melalui keputusan aklamasi.
Musda menjadi agenda organisasi untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menyusun arah kerja DPD WALUBI Sumatera Selatan selama lima tahun mendatang. Seluruh perwakilan majelis peserta menyatakan persetujuan terhadap pencalonan Tjik Harun sehingga proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme aklamasi.
Acara dibuka oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Aris Cahyanto, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Musda merupakan agenda penting bagi organisasi dalam mempersiapkan kepemimpinan yang mampu menjawab perkembangan pelayanan keagamaan Buddha di daerah.



Aris menjelaskan bahwa berdasarkan komposisi jumlah penduduk menurut agama di Sumatera Selatan, umat Buddha memiliki ruang untuk terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelayanan, dan hubungan yang baik dengan pemerintah maupun berbagai unsur masyarakat.
“Semoga penyelenggaraan Musda WALUBI Sumsel ini menghasilkan pemimpin yang siap menghadapi tantangan pelayanan keagamaan Buddha di masa mendatang. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” ujar Aris.
Musda turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal DPP WALUBI, Yandi Chow, S.Ag., M.LAP., M.Sos., yang hadir mewakili Ketua Umum DPP WALUBI Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya. Kehadirannya bertujuan mengikuti jalannya persidangan organisasi sekaligus mewakili DPP WALUBI dalam proses pemilihan kepengurusan daerah.




Yandi menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP WALUBI memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Pasamuan Daerah di Sumatera Selatan. Meskipun tidak dapat hadir karena menjalankan agenda organisasi di Jakarta, Hartati Murdaya meminta agar DPP WALUBI mengirimkan delegasi secara lengkap, termasuk unsur media, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terdokumentasi dengan baik.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan jajaran DPD WALUBI Sumatera Selatan yang telah menyelenggarakan Musda sesuai arahan organisasi.
“Saya mewakili Ibu Ketua Umum DPP WALUBI menghadiri Pasamuan Daerah di Provinsi Sumatera Selatan. Beliau menyampaikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan berharap kepengurusan yang terpilih dapat membawa WALUBI Sumatera Selatan semakin solid serta memperluas berbagai program pelayanan bagi umat Buddha,” kata Yandi.
Menurutnya, pelaksanaan Musda secara sederhana merupakan kebijakan yang diterapkan DPP WALUBI di berbagai daerah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, tanpa mengurangi tujuan utama forum organisasi.
Musda diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari perwakilan sepuluh majelis keagamaan Buddha di bawah naungan WALUBI Sumatera Selatan. Masing-masing majelis mengirimkan tiga orang delegasi sebagai peserta sidang. Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar proses persidangan berlangsung lebih efektif dan seluruh agenda dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Rangkaian sidang diawali dengan pembukaan, pengesahan tata tertib, penetapan agenda persidangan, penyampaian laporan organisasi, hingga pelaksanaan pemilihan Ketua DPD WALUBI Sumatera Selatan berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) WALUBI.
Selain unsur DPP WALUBI dan Pembimas Buddha, kegiatan ini dihadiri para Shangshi, pandita, Ketua Majelis WALUBI, pengurus vihara, tokoh umat Buddha, Koordinator Kaderisasi dan Keanggotaan DPP WALUBI Romo Asum Gotama, serta Humas DPP WALUBI Yoga Sunjaya.
Terpilihnya kembali Tjik Harun menunjukkan dukungan dari seluruh peserta Musda terhadap kepemimpinannya dalam mengembangkan program organisasi di Sumatera Selatan. Selama masa kepengurusan sebelumnya, WALUBI Sumatera Selatan menjalankan berbagai kegiatan pembinaan umat, pelayanan sosial, serta hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPD WALUBI Sumatera Selatan periode 2026–2031, Tjik Harun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh majelis keagamaan Buddha di Sumatera Selatan.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ke depan kita terus bekerja bersama, memperkuat hubungan antarmajelis, meningkatkan pelayanan kepada umat, dan menjalankan program-program organisasi yang telah direncanakan,” ujarnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPD WALUBI Sumatera Selatan akan menyusun program kerja lima tahunan yang berfokus pada pembinaan umat Buddha, penguatan organisasi, pengembangan kader, peningkatan pelayanan keagamaan, serta hubungan yang konstruktif dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.







