Cikeas, 1 Juli 2026 – Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya, menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang diselenggarakan di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara dan menjadi puncak peringatan Hari Bhayangkara tahun ini yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.
Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Panglima TNI, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, jajaran Kabinet Merah Putih, para mantan Kapolri, kepala lembaga negara, para duta besar negara sahabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara Ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri di mana pun bertugas. Presiden menyampaikan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” menjadi arah pengabdian yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Menurut Presiden, Polri hadir untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi penegakan hukum bagi seluruh warga negara.



Presiden juga menjelaskan bahwa Indonesia sedang menjalankan berbagai program pembangunan di bidang ekonomi, birokrasi, pendidikan, energi, pangan, dan sektor strategis lainnya. Seluruh agenda tersebut memerlukan kondisi keamanan yang terjaga, kepastian hukum, tata kelola pemerintahan yang baik, serta aparat negara yang memperoleh kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, Presiden menyampaikan bahwa keberadaan Polri memiliki peranan penting dalam mendukung iklim pembangunan nasional sehingga aktivitas masyarakat, dunia usaha, investasi, dan pelayanan publik dapat berlangsung dengan baik.
Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang selama ini menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Selain menjalankan fungsi kepolisian, Polri juga dinilai aktif mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, pembangunan gudang pangan, penyediaan sumur bor, pembangunan jembatan, pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana, hingga pengembangan lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Presiden, berbagai program tersebut memperlihatkan keterlibatan Polri dalam mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Pada bagian lain amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum semakin berkembang seiring perubahan teknologi dan dinamika global. Ancaman seperti peredaran narkotika, perjudian daring, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan ekonomi memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang profesional serta penguasaan teknologi modern. Presiden juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri bersama kementerian dan lembaga terkait dalam mengungkap berbagai kasus narkotika, memberantas perjudian daring, serta menjaga situasi keamanan nasional tetap kondusif dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap warga negara harus memperoleh perlindungan yang sama di hadapan hukum. Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan bahwa hukum harus memberikan rasa aman kepada masyarakat, melindungi kelompok yang membutuhkan perlindungan, serta diterapkan secara adil tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan seseorang. Presiden juga menyampaikan pentingnya menjaga kehidupan demokrasi, menghormati penyampaian pendapat secara damai, sekaligus memelihara ketertiban umum sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai penutup amanatnya, Presiden menyampaikan enam arahan kepada seluruh jajaran Polri, yaitu menjaga kepercayaan masyarakat, hadir lebih dekat dalam memberikan pelayanan, menjalankan penegakan hukum secara adil, meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan kecerdasan buatan, memperkuat kerja sama dengan seluruh unsur bangsa, serta terus melakukan pembenahan organisasi agar pelayanan publik semakin baik. Presiden juga meminta seluruh anggota Polri menjaga kehormatan institusi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam setiap pelaksanaan tugas.
Rangkaian Upacara Hari Bhayangkara Ke-80 diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Presiden Republik Indonesia yang dilanjutkan dengan parade pasukan gabungan dari berbagai satuan Polri. Pasukan yang diperkenalkan meliputi Korps Brimob, Sabhara, Korps Lalu Lintas, Polisi Perairan dan Udara, Densus 88 Antiteror, Polisi Satwa, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta berbagai fungsi operasional lainnya. Setelah upacara resmi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi kemampuan personel, simulasi penanganan situasi berisiko tinggi, atraksi Polisi Udara, parade kendaraan operasional dan kendaraan taktis, serta pertunjukan paralayang yang memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara Ke-80.
Kehadiran Ketua Umum DPP WALUBI Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya bersama para tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan unsur masyarakat lainnya menunjukkan partisipasi berbagai elemen bangsa dalam peringatan Hari Bhayangkara Ke-80. Acara tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu agenda nasional yang berlangsung di Satlat Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor.







