Magelang Sabtu, 8 Agustus 2026 – Ketua Umum DPP WALUBI, Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya, mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan serta penghargaan kepada Fo Guang Shan Indonesia atas dedikasinya membangun pendidikan Buddhis di Indonesia.
Sebanyak 27 siswa resmi dinyatakan lulus dari Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia dalam sebuah upacara kelulusan yang berlangsung khidmat di kompleks Fo Guang Shan Indonesia, Magelang. Acara dihadiri para bhikkhu, tokoh agama Buddha, pejabat Kementerian Agama, pimpinan lembaga pendidikan tinggi keagamaan Buddha, pengurus WALUBI, orang tua siswa, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan penghormatan kepada Tri Ratna dan penghormatan kepada Venerable Master Hsing Yun, pendiri Fo Guang Shan. Suasana semakin hangat ketika para hadirin menyaksikan video perjalanan pendidikan para siswa selama mengikuti pembinaan di Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia.









Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya menyampaikan, pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter, moral, kedisiplinan, serta kebijaksanaan. “Ia menilai Fo Guang Shan berhasil menghadirkan pendidikan yang mengembangkan pikiran, jasmani, keterampilan, dan spiritualitas secara seimbang.” Ujar Ibu Hartati
Selama menjalani pendidikan, para siswa tidak hanya mempelajari ajaran Buddha, tetapi juga menjalani pembinaan karakter melalui kehidupan berasrama. Kurikulum yang diterapkan memadukan pembelajaran Dharma, meditasi, bahasa Mandarin, bahasa Inggris, etika Buddhis, sejarah agama Buddha, kaligrafi, seni budaya Indonesia, hingga keterampilan hidup sehari-hari seperti memasak, menjaga kebersihan lingkungan, serta melayani masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Humanistic Buddhism yang menekankan penerapan Dharma dalam kehidupan nyata.
Salah satu dukungan Perguruan tinggi dalam kegiatan ini juga mengapresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Fo Guang Shan Indonesia dengan perguruan tinggi keagamaan Buddha melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Bahwa kolaborasi tersebut telah dimulai sejak 2024 dan terus berkembang melalui program pembelajaran daring, pendidikan bahasa Mandarin, pengalaman kehidupan biara, hingga kesempatan melanjutkan studi di Taiwan. Ungkap Rektor Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Dr. Sulaiman, Ph.D.




Sementara Itu Pelaksana Tugas Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Dr. Budi Sulisto, S.Ag., M.Pd., M.H., menyampaikan, pendidikan Buddha merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat yang tidak berhenti pada saat kelulusan. “Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan yang baik.” Tegas Plt. Bapak Budi
Dalam rangkaian acara tersebut dilanjutkan penyerahan beasiswa kepada sejumlah siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Taiwan. Beasiswa diserahkan oleh Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya bersama para donatur serta tokoh Fo Guang Shan.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada para mitra yang selama ini mendukung penyelenggaraan pendidikan, termasuk tokoh pendidikan, para bhikkhu, guru, donatur, serta mitra budaya yang berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan, pembacaan tekad seluruh lulusan untuk menjaga sila, menghormati guru, mengutamakan kepentingan Dharma, serta mengabdi kepada masyarakat. Seluruh lulusan kemudian mengikuti sesi foto bersama dan menyanyikan lagu perpisahan karya Venerable Master Hsing Yun sebagai penanda dimulainya perjalanan baru dalam mengembangkan Buddha Dharma di Indonesia maupun di tingkat internasional.







