Magelang, 23-24 Mei 2026, antusiasme masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, untuk mengikuti Bakti Sosial Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dalam rangka menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E./2026. Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 ini menjadi bentuk nyata pengabdian dan kepedulian sosial WALUBI kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan.
Bakti sosial kesehatan ini menghadirkan berbagai layanan medis, mulai dari pengobatan umum dan spesialis, poli gigi, pemeriksaan mata, operasi katarak, pembagian kacamata baca, operasi bedah minor, hingga operasi bibir sumbing. Pada hari pertama 3.600 pasien terlayani dengan baik, memasuki hari kedua pelaksanaan pada Minggu, 24 Mei 2026 masyarakat yang datang terus meningkat. Total terlayani pada 2 hari ini tembus di 7.000 lebih masyarakat yang melakukan pegobatan gratis ini.




Kegiatan Bakti Sosial Kesehatan tersebut terselenggara melalui kerja sama WALUBI dengan berbagai instansi pemerintah, TNI-Polri, rumah sakit, tenaga kesehatan, serta ratusan relawan dari berbagai daerah. Lebih dari seribu tenaga medis dan relawan turut berpartisipasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang hadir di kawasan Candi Borobudur.
Ketua Umum DPP WALUBI, Ibu Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan ini merupakan implementasi ajaran Buddha tentang cinta kasih dan welas asih kepada sesama makhluk hidup. “Momentum Waisak diharapkan tidak hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui aksi kemanusiaan dan pelayanan sosial.” ujar Ibu Hartati
Koordinator Bakti Sosial Kesehatan Pengobatan Gratis Waisak WALUBI, Bapak Jeffri S. Tanudjaja, menjelaskan pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan pasien hingga pulih sepenuhnya. “Hari ini kami melakukan kontrol dari pasien yang kemarin sudah operasi katarak. Kemarin kami melakukan operasi kepada sekitar 60 pasien. Jadi mereka hari ini datang untuk kontrol kembali. Kami tidak meninggalkan pasien begitu saja. Untuk pasien katarak, kami melakukan pemeriksaan ulang pada H+1, H+7, hingga H+28. Kami berupaya memberikan pelayanan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, dengan target total selama dua hari bisa mencapai lebih dari 7.000 pasien,” Ungkap Bapak Jeffri




Dikutip dari MetroTv Salah satu warga yang rela mengantre sejak pukul 05.00 WIB adalah Siti Anifah (36). Ia membawa kedua putranya, Ramdhan (11) dan Vino (8), untuk menjalani pemeriksaan dan pencabutan gigi agar pertumbuhan gigi mereka lebih tertata rapi. “Saya sudah sampai sini jam 5 pagi saat belum ada orang, supaya dapat nomor antrean pertama. Saya membawa anak-anak untuk cabut gigi. Anak yang besar, Ramdhan, giginya berlubang dan kalau kecapekan sering sakit sampai bengkak. Tadi sempat takut dan harus dirayu dulu sampai agak lama karena takut disuntik, tapi alhamdulillah sudah lancar dan giginya tercabut. Sedangkan untuk adiknya, Vino, dia ada masalah gigi susu yang tidak mau lepas sendiri, sehingga gigi dewasanya tumbuh tidak rapi,” kata Ibu Siti Anifah.
Melalui semangat Waisak yang mengajarkan cinta kasih, welas asih, dan kepedulian terhadap sesama, WALUBI berharap kegiatan Bakti Sosial Kesehatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.







