Tangerang, 21 Oktober 2026 — Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) menghadiri peluncuran Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang sekaligus peresmian Gedung Pusat Layanan Informasi Pendidikan Yobhana Sukha Vidya Laya, Rabu (21/10/2026), di kawasan Dangdang, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., bersama jajaran Kementerian Agama, anggota Bhikkhu Sangha, tokoh lintas agama, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Dalam kegiatan ini, WALUBI diwakili oleh Sekretaris Jenderal DPP WALUBI, Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera, Pelaksana Harian DPP WALUBI, Y.M. Bhikkhu Srivisarn Mitngam Mahathera, Koordinator Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP WALUBI, Romo Asun Gotama, serta Sdri. Jessica Laurensia, S.I.Kom.





Peluncuran IABN Sriwijaya Tangerang menjadi momentum penting dalam perkembangan pendidikan tinggi keagamaan Buddha di Indonesia. Perubahan status kelembagaan dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya menjadi institut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2026. Perubahan ini membuka ruang pengembangan akademik yang lebih luas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Buddha dalam mencetak sumber daya manusia yang berpengetahuan, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menekankan bahwa perguruan tinggi keagamaan tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki kedalaman moral, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. “Ilmu pengetahuan perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai agama agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pendidikan diharapkan tetap menempatkan nilai kemanusiaan, kejujuran, kedamaian, kesetaraan, dan persaudaraan sebagai landasan penting dalam membentuk generasi masa depan,” ungkapnya
Rektor IABN Sriwijaya Tangerang, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd., menyampaikan arah baru lembaga yang dipimpinnya. “Menjawab tantangan kekinian, IABN Sriwijaya Tangerang akan melakukan reorientasi lembaga, dari yang semula sekadar pemenuhan kualifikasi pendidikan menjadi pemerolehan sikap, pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi yang riil dan berdampak. Niat ini akan kami wujudkan melalui nilai inti Generasi Jaya, yaitu siap bekerja, siap berkarya, dan siap mendunia. Bukan hanya pengetahuan yang kami tingkatkan, tetapi yang paling penting di era sekarang adalah kompas moral dan kejujuran, demi menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.




Selain meluncurkan IABN Sriwijaya Tangerang, Menteri Agama juga meresmikan Gedung Pusat Layanan Informasi Pendidikan Yobhana Sukha Vidya Laya. Fasilitas yang dibangun melalui APBN Tahun Anggaran 2025 ini dirancang untuk mendukung integrasi data, penguatan literasi digital, penyediaan layanan informasi pendidikan terpadu, serta pengembangan interaksi akademik.
Keberadaan gedung tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendidikan dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi bagi sivitas akademika. Fasilitas pendidikan juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui akses terhadap pengetahuan, literasi, dan hasil kajian akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
WALUBI menyambut baik peluncuran Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang sebagai tonggak penting dalam kemajuan pendidikan tinggi keagamaan Buddha di Indonesia. Kami berharap IABN Sriwijaya Tangerang tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kebijaksanaan, dan moralitas bagi generasi muda. Pendidikan yang baik harus mampu melahirkan insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Sekretaris Jenderal DPP WALUBI, Y.M. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera.
Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, WALUBI menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memajukan pendidikan tinggi keagamaan Buddha. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan masyarakat diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta mampu melahirkan sumber daya manusia yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.







