Jakarta, 8 Oktober 2026 — Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP WALUBI) menghadiri acara Pembukaan Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai wujud dukungan terhadap penguatan persaudaraan, kerukunan, dan kolaborasi antarumat beragama, di Grand Sahid Jaya Sudirman, Jakarta Pusat.
Acara pembukaan Mahasabha XIII PHDI berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan diantaranya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bapak H. Ahmad Muzani, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., Wakil Menteri Pariwisata Ibu Ni Luh Puspa, S.E., serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ibu Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos. Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Panitia Mahasabha XIII Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han.), jajaran pimpinan dan tokoh PHDI, serta para tokoh lintas agama.

Pada kesempatan ini WALUBI dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP WALUBI YM. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera, Pelaksana Harian DPP WALUBI YM. Bhikkhu Srivisarn Mitgnam Mahathera, YM. Bhikkhu Worawit, Sdr. Yoga Sunjaya, Sdri. Steffianti, dan Sdri. Raina. Kehadiran DPP WALUBI pada Mahasabha XIII PHDI menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun komunikasi dan mempererat persaudaraan dengan berbagai organisasi keagamaan di Indonesia.
Rangkaian pembukaan Mahasabha XIII PHDI diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang membangkitkan semangat persatuan dan kebangsaan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari pembukaan yang merefleksikan kekayaan seni dan budaya Indonesia, Weda Wakya, serta doa yang dipimpin oleh Dharma Adhyaksa. Pemutaran video teaser Mahasabha XIII turut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan, yang memberikan gambaran mengenai semangat, agenda, dan rangkaian kegiatan Mahasabha XIII.
Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menegaskan bahwa focus PHDI dalam pembangunan manusia Indonesia tidak hanya berorientasi pada aspek jasmani, tetapi juga harus dibangun melalui kekuatan rohani yang berlandaskan Sradha dan Bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. “PHDI ingin membangun manusia Indonesia seutuhnya, manusia rohani dalam Hindu Sradha Bhakti kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa, manusia jasmani, kemudian dalam implementasinya kita ingin membangun SDM Indonesia yang unggul,” tegas Wisnu.
Senada dengan pandangan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, H. Ahmad Muzani yang dalam sambutannya menjelaskan kekuatan umat tidak hanya tercermin dari kehidupan keagamaan, tetapi juga dari kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, keyakinan agama perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk melalui kemandirian dan produktivitas umat. “Karena itu keyakinan kita terhadap agama harus memberikan kontribusi nyata pada negeri ini. Keyakinan terhadap agama tidak bertentangan sama sekali dengan tujuan bernegara, justru semakin memperkuat posisi kita dalam bernegara,” ujar Ahmad
Sementara itu YM. Bhikhhu Kamsai Sumano Mahathera dalam acara Mahasabha XIII PHDI dengan mengusung tema “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya” menyampaikan. Selamat dan sukses Kami menyambut baik tonggak peristiwa bersejarah ini sebagai sarana perenungan, konsolidasi, serta peneguhan arah organisasi dalam memperkokoh pelayanan keumatan. “Semoga Mahasabha XIII ini melahirkan keputusan-keputusan strategis dan kepemimpinan yang visioner, demi terus merawat persatuan, kerukunan antarumat beragama, dan keharmonisan bangsa Indonesia tercinta,” ujar Bhante Kamsai





Acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Ketua MPR RI dan Menteri Agama RI tanda dibukanya rangkaian Mahasabha Ke-XIII Parisada Hindu Buddha Indonesia (PHDI), serta diakhiri oleh penyerahan pelakat penghargaan kepada tamu kehoramatan dan lintas agama.
WALUBI menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Mahasabha XIII PHDI dan berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemajuan bagi umat Hindu sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.







