Palembang – 1 Juli 2026. Pasamuan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Tjik Harun, S.E., S.H., M.H. sebagai Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumatera Selatan Masa Bakti 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Sidang Pleno IV Pasamuan Daerah yang digelar di Gedung Sekretariat Matrisia Agung, Palembang, pada 1 Juli 2026.
Keputusan diambil melalui musyawarah yang melibatkan seluruh majelis anggota WALUBI Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki hak suara. Setelah forum membuka kesempatan untuk mengajukan calon ketua, seluruh peserta secara bulat kembali mengusulkan nama Tjik Harun. Karena tidak terdapat calon lain, sidang menetapkannya sebagai Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.
Sebelum memasuki agenda pemilihan, Pasamuan Daerah menyelesaikan seluruh tahapan persidangan organisasi. Agenda diawali dengan pengesahan peserta yang memiliki hak suara, pengesahan tata tertib dan susunan acara, dilanjutkan pembahasan serta penerimaan Laporan Pertanggungjawaban Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumatera Selatan Masa Bakti 2021–2026. Seluruh keputusan sidang diambil berdasarkan kesepakatan peserta sebagai landasan untuk melanjutkan agenda organisasi berikutnya.



Sidang Pleno IV dipimpin oleh Ketua Sidang, Erika Febriyani, yang memberikan kesempatan kepada seluruh majelis anggota untuk mengusulkan nama calon Ketua DPD. Setelah melalui pembahasan bersama, seluruh pemegang hak suara menyatakan dukungan kepada Tjik Harun untuk kembali memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
Penetapan tersebut menjadi bagian penting dalam kesinambungan kepemimpinan DPD WALUBI Provinsi Sumatera Selatan. Usai pembacaan keputusan sidang, dilaksanakan penyerahan Bendera Pataka WALUBI kepada Ketua DPD terpilih sebagai rangkaian pengukuhan kepengurusan periode baru.
Dalam sambutannya, Tjik Harun menyampaikan apresiasi kepada seluruh majelis anggota atas kepercayaan yang kembali diberikan. Menurutnya, pelaksanaan program organisasi memerlukan partisipasi seluruh unsur WALUBI di Sumatera Selatan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin WALUBI Provinsi Sumatera Selatan. Amanah ini tidak dapat saya jalankan sendiri. Saya memohon dukungan dari seluruh majelis, yayasan, vihara, serta segenap pengurus agar kita dapat bersama-sama melaksanakan program-program organisasi ke depan. Jangan biarkan saya berjalan sendiri, mari kita bergandengan tangan membangun WALUBI yang semakin solid, maju, dan bermanfaat bagi umat Buddha,” ujar Tjik Harun.
Koordinator Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP WALUBI, Romo Asun Gotama, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru mampu memperkuat koordinasi organisasi sekaligus memperluas pelayanan kepada umat Buddha di Sumatera Selatan.
“Saya berharap kepengurusan yang baru mampu merangkul seluruh unsur umat Buddha serta memperkuat sinergi organisasi demi kemajuan WALUBI dan umat Buddha di Sumatera Selatan,” ujar Romo Asun Gotama.
Pasamuan Daerah merupakan forum permusyawaratan tertinggi WALUBI di tingkat provinsi yang diselenggarakan secara berkala untuk melakukan evaluasi program kerja, menetapkan arah kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan baru sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga WALUBI. Melalui forum ini, setiap majelis anggota memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, memberikan masukan, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan organisasi.
Berakhirnya Pasamuan Daerah menandai dimulainya masa bakti kepengurusan DPD WALUBI Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2031. Dengan dukungan seluruh majelis anggota, kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarlembaga Buddhis, meningkatkan kualitas pelayanan organisasi, serta mengembangkan program-program yang memberikan manfaat bagi umat Buddha dan masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.







