Denpasar — Dewan Pimpinan Daerah Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (Majubuthi) Provinsi Bali resmi memasuki periode kepengurusan baru setelah pelantikan yang digelar pada 30 Januari 2026 di Hotel Praja, Denpasar. Acara ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP Majubuthi, KRT Romo Asun Gotama Darmonagaro, S.Dt.B., M.H., dan dihadiri oleh jajaran majelis di bawah DPD Walubi Bali, Pembimas Buddha Kementerian Agama Provinsi Bali, serta perwakilan Wadah Bali dan Permabudi Bali.
Dalam pelantikan ini, Dr. Pierre Senjaya, M.H., M.M., M.Pd., M.A.R.S. ditetapkan sebagai Ketua DPD Majubuthi Provinsi Bali masa bakti 2026–2031. Ia menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan difokuskan pada penguatan layanan pembinaan umat serta pengembangan program kemasyarakatan yang lebih terstruktur. Ia juga menyorongkan pentingnya kerja bersama antarorganisasi Buddha di Bali agar kegiatan keagamaan dapat berjalan lebih efektif.
Acara ini turut dihadiri oleh Pembimas Buddha Provinsi Bali, Bapak Sihar, S.Ag., M.Si., yang memberikan arahan mengenai perlunya pengelolaan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia mendorong Majubuthi Bali untuk meningkatkan kapasitas kader, menjaga integritas lembaga, dan mengembangkan program yang sejalan dengan ajaran Mangala Sutta serta Dhammapada 183.
Ketua Walubi Provinsi Bali sekaligus Pembina Majubuthi Bali, Pande Made Utari, S.T., menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kehadiran Majubuthi Bali mampu memperkuat hubungan baik antarumat Buddha di Bali serta membantu mempertahankan keadaan damai yang telah lama terbangun di daerah tersebut. Menurutnya, kehadiran organisasi-organisasi keagamaan yang solid akan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat Bali secara menyeluruh.
Pelantikan ini berlangsung dengan tertib dan mendapat apresiasi dari para undangan. Selain serah terima jabatan, kegiatan juga diisi dengan laporan program, penyampaian visi organisasi, serta diskusi singkat mengenai rencana kerja awal yang akan dijalankan dalam triwulan pertama kepengurusan. Kehadiran berbagai perwakilan majelis Buddha memperlihatkan dukungan luas terhadap perjalanan baru Majubuthi Bali.
Dengan resminya struktur kepengurusan ini, Majubuthi Bali diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kegiatan keagamaan Theravada, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta ikut berkontribusi dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Provinsi Bali.













