Aceh Tamiang — Ratusan siswa SD Negeri 1 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, menerima bantuan tas sekolah dan perlengkapan belajar dari rombongan WALUBI Medan pada Jumat (06/02/2026). Kegiatan sosial yang melibatkan unsur organisasi masyarakat keagamaan, organisasi pengusaha, serta para guru tersebut menjadi upaya nyata mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah perbatasan Aceh–Sumatera Utara.
Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus dukungan terhadap pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing, sesuai arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan dasar yang kuat, menurut para peserta kegiatan, menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.
“Kami percaya bahwa intervensi kecil pada masa sekolah dasar dapat membawa dampak besar bagi perjalanan belajar anak-anak. Ini bukan sekadar pemberian tas, tetapi dorongan moral agar mereka semakin semangat menuntut ilmu,” ujar Ketua WALUBI Medan, Andi Santoso, dalam sambutannya.
Kunjungan sosial ini digelar menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan, periode ketika kebutuhan dan biaya hidup masyarakat umumnya meningkat. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan WALUBI dan elemen pendukung bergerak memberikan bantuan, terutama untuk meringankan beban orang tua murid di tengah kondisi ekonomi yang masih beragam pascapandemi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tamiang tahun 2025, sekitar 14 persen keluarga di wilayah tersebut masih tergolong berpenghasilan rendah, sementara kebutuhan pendidikan dasar terus meningkat tiap tahun. Bantuan perlengkapan sekolah kerap menjadi dukungan signifikan bagi keluarga, khususnya pada awal semester atau menjelang hari besar keagamaan.
Kepala SD Negeri 1 Kuala Simpang, Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai elemen masyarakat. “Bantuan ini sangat berarti bagi siswa kami. Selain mengurangi beban biaya, mereka juga merasa diperhatikan dan termotivasi. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.
Selain penyaluran bantuan, rombongan juga melakukan dialog dengan para guru mengenai tantangan pendidikan di daerah tersebut, mulai dari keterbatasan sarana belajar hingga kebutuhan peningkatan kapasitas pendidik. Perwakilan organisasi pengusaha yang turut serta, Budi Hartono, menyatakan pihaknya siap menjajaki program lanjutan berupa dukungan literasi, pelatihan guru, dan peningkatan sarana belajar sederhana.
Melalui kegiatan ini, WALUBI Medan menegaskan komitmennya dalam memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong lintas agama serta lintas profesi. “Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas suku atau agama. Yang terpenting adalah kontribusi nyata bagi masa depan anak-anak bangsa,” kata Andi Santoso.
Rombongan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan tambahan. Upaya kolaboratif semacam ini dipandang sebagai langkah penting dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang lebih siap menghadapi tantangan global.







