Panitia Waisak Nasional Indonesia dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) melaksanakan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia pada Selasa, 7 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran dan kesuksesan rangkaian kegiatan Waisak Nasional 2026.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan umat Buddha untuk menghadirkan perayaan Waisak yang khidmat, tertib, serta membawa pesan damai dan persatuan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. di dampingi oleh Staf Khusus Sdr. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D. Serta Dirjen Bimas Buddha Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd. menyambut baik serta memberikan dukungan penuh terhadap Panitia Waisak Nasional Indonesia sebagai bagian dari perayaan keagamaan yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial yang tinggi.
Dalam hal ini, Panitia Waisak Nasional Indonesia WALUBI menyampaikan rencana rangkaian kegiatan Waisak yang bersifat nasional dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 akan berlangsung secara nasional pada 3 Mei hingga 31 Mei 2026. Kegiatan tersebut meliputi karya bakti di Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia, bakti sosial kesehatan, pengambilan Api Dharma di Mrapen, pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit, hingga puncak perayaan di Candi Mendut dan Candi Borobudur yang akan ditutup dengan festival lampion.
Waisak 2570 BE/2026 yang mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Tema yang diangkat tahun ini sangat kuat. Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa. “Dari situ lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia,” Tegas Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, panitia, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan Waisak Nasional Indonesia 2026. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum religius bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan, menumbuhkan nilai toleransi, serta memperkokoh harmoni dalam keberagaman bangsa Indonesia.












