Bangkok, 27 April 2026 — DR. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya hadir sebagai Guest of Honour sekaligus Keynote Speaker dalam The 1st International Conference on Social Innovation 2026 (ICSI) yang diselenggarakan oleh Institute of Science Innovation and Culture (ISIC), Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Bangkok.
Dalam pidatonya bertajuk “Healthy Aging, Shared Prosperity – Synergetic Pathways for High-Quality Development of the Silver Economy in ASEAN–China”, Beliau menekankan bahwa Ekonomi Perak (Silver Economy) bukan hanya berkaitan dengan perawatan lansia, tetapi juga tentang menciptakan peluang agar generasi lanjut usia tetap aktif, sehat, dan produktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Penuaan bukanlah beban, melainkan peluang untuk mendorong inovasi, pertumbuhan, dan kesejahteraan bersama,” ujar Hartati Murdaya.
Konferensi ini mengangkat tema “One Region, One Future”, yang menyoroti pentingnya kolaborasi ASEAN–Tiongkok dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis lansia melalui teknologi perawatan berbasis AI, layanan kesehatan digital, pemantauan kesehatan jarak jauh, dan pengembangan industri ramah lansia.
Beliau juga menekankan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat lansia membuka peluang baru di sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan gaya hidup.
Selain berbicara mengenai ekonomi, Hartati Murdaya turut mengangkat nilai-nilai Buddhisme sebagai landasan dalam menghadapi perubahan global, khususnya pentingnya welas asih, kebijaksanaan, dan persatuan lintas generasi.
Sebagai Ketua Umum WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), Beliau menegaskan komitmennya dalam memperkuat harmoni sosial, pelayanan kemanusiaan, serta dialog lintas budaya dan agama di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menerima penghargaan dengan diresmikannya fasilitas “Hartati Murdaya Music Hall” di lingkungan kampus RMUTK sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Menutup pidatonya, Hartati Murdaya mengajak seluruh pemangku kepentingan di kawasan ASEAN dan Tiongkok untuk membangun masa depan Ekonomi Perak yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui persatuan dan welas asih, kita dapat memastikan bahwa tidak ada satu pun yang tertinggal dalam perjalanan menuju masa depan bersama,” tutupnya.
Bangkok, 27 April 2026 DR. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya attended as Guest of Honour and Keynote Speaker at The 1st International Conference on Social Innovation 2026 (ICSI), organized by the Institute of Science Innovation and Culture (ISIC), Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Bangkok.
In her speech titled “Healthy Aging, Shared Prosperity – Synergetic Pathways for High-Quality Development of the Silver Economy in ASEAN–China,” she emphasized that the Silver Economy is not only about elderly care, but also about creating opportunities for older generations to remain active, healthy, and productive in social and economic life.
“Aging is not a burden, but an opportunity to drive innovation, growth, and shared prosperity,” said Hartati Murdaya.
The conference carries the theme “One Region, One Future,” highlighting the importance of ASEAN–China collaboration in building a senior-based economic ecosystem through AI-driven care technologies, digital healthcare services, remote health monitoring, and the development of age-friendly industries.
She also emphasized that the increasing purchasing power of the elderly population opens new opportunities in tourism, education, healthcare, and lifestyle sectors.
Beyond economic aspects, Hartati Murdaya also highlighted Buddhist values as a foundation in facing global changes, particularly the importance of compassion, wisdom, and intergenerational unity.
As Chairwoman of WALUBI (Indonesian Buddhist Representation), she reaffirmed her commitment to strengthening social harmony, humanitarian service, and interfaith and intercultural dialogue in Indonesia.
On this occasion, she also received recognition with the inauguration of the “Hartati Murdaya Music Hall” at the RMUTK campus as a form of appreciation for her contributions in social and humanitarian fields.
In closing her speech, Hartati Murdaya called on all stakeholders across ASEAN and China to build an inclusive and sustainable future for the Silver Economy.“Through unity and compassion, we can ensure that no one is left behind on the journey toward our shared future,” she concluded.









