Wadah Kebersamaan Umat Buddha Indonesia dalam Dharma Agama dan Dharma Negara

PERWAKILAN Umat Buddha Indonesia (WALUBI) berdiri sebagai wadah kebersamaan umat Buddha Indonesia yang menghimpun majelis, lembaga keagamaan, dan unsur masyarakat Buddhis dari berbagai tradisi. Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) , organisasi ini berasaskan Pancasila dan Buddha Dharma serta berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Prinsip tersebut menjadi pijakan moral dan hukum dalam setiap langkah WALUBI, baik di bidang keagamaan, sosial, kemasyarakatan, maupun kebangsaan.

WALUBI memiliki tujuan utama untuk membina umat Buddha agar mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus berperan aktif dalam pembangunan nasional. Organisasi ini juga bertugas mengoordinasikan majelis dan lembaga keagamaan yang tergabung di dalamnya agar tercipta keharmonisan dan sinergi dalam pengabdian kepada umat dan negara. Dalam menjalankan fungsi tersebut, WALUBI menegakkan prinsip non-intervensi antartradisi dan menjunjung tinggi kebebasan beragama dalam koridor etika Buddhis dan hukum nasional.

Sebagai organisasi keagamaan yang diakui pemerintah, WALUBI tidak hanya berperan dalam pembinaan rohani, tetapi juga dalam memperkuat kesadaran kebangsaan umat Buddha. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, WALUBI berupaya mengembangkan umat yang berdisiplin, berakhlak baik, dan memiliki semangat pelayanan. Segala kegiatan dilaksanakan dalam kerangka Dharma Agama dan Dharma Negara, yang berarti menyeimbangkan kewajiban spiritual terhadap ajaran Buddha dengan tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.

Dalam Pasamuan Agung, sebagai forum tertinggi organisasi, ditetapkan arah kebijakan, program kerja, dan struktur organisasi. Dari forum inilah setiap majelis dan lembaga anggota menyatukan langkah, menjaga agar setiap keputusan diambil berdasarkan musyawarah dan kebijaksanaan kolektif. Dengan demikian, WALUBI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual dan moral bagi seluruh umat Buddha Indonesia.

Keterpaduan Dharma Agama dan Dharma Negara dalam Praktik Organisasi

Dalam AD/ART WALUBI  dijabarkan bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara menjadi dua pilar yang saling melengkapi dalam kehidupan umat Buddha Indonesia. Dharma Agama berkaitan dengan tanggung jawab spiritual umat dalam melaksanakan ajaran Sang Buddha secara benar, sedangkan Dharma Negara mengandung makna pengabdian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. WALUBI memahami bahwa kedua aspek ini tidak dapat dipisahkan, karena kebijaksanaan dan kasih yang lahir dari ajaran Buddha harus turut membimbing umat dalam kehidupan sosial dan kenegaraan.

Dalam pelaksanaannya, WALUBI menjalankan berbagai program yang mendukung pembangunan spiritual dan sosial. Kegiatan penyuluhan, pelatihan moral, pendidikan agama Buddha, dan pelayanan sosial menjadi bagian dari pelaksanaan Dharma Agama. Sementara itu, kerja sama dengan pemerintah dalam bidang kebangsaan, pembinaan masyarakat, dan partisipasi dalam forum lintas agama merupakan wujud Dharma Negara. Prinsip ini diterjemahkan dalam kerja organisasi yang menyeluruh, di mana setiap DPD, DPC, dan lembaga binaan WALUBI mengambil peran aktif di wilayah masing-masing.

WALUBI juga menjalankan peran sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat Buddhis. Melalui jalur komunikasi yang jelas, aspirasi umat disampaikan kepada lembaga negara, sementara arah kebijakan pemerintah disosialisasikan kepada masyarakat Buddhis agar terwujud keselarasan dalam pembangunan nasional. Pendekatan ini memperkuat peran WALUBI sebagai lembaga keagamaan yang adaptif, partisipatif, dan konstruktif dalam kehidupan berbangsa.

Selain itu, WALUBI menumbuhkan semangat pengabdian melalui kegiatan sosial-kemanusiaan seperti bantuan bencana, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pendidikan karakter berbasis ajaran Dhamma. Semua kegiatan dilaksanakan dengan penuh kesadaran bahwa kesejahteraan sosial merupakan bagian dari pengamalan ajaran Buddha. Dengan demikian, WALUBI menjadi wadah yang menyeimbangkan antara kehidupan spiritual dan tanggung jawab sosial umat Buddha Indonesia.

Struktur, Kepemimpinan, dan Peran Kelembagaan

WALUBI memiliki struktur organisasi yang teratur, terdiri dari Dewan Sangha, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. AD/ART  menjelaskan bahwa setiap unsur memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Dewan Sangha berperan sebagai pembimbing spiritual yang menjaga kemurnian ajaran, sementara DPP berfungsi mengelola kebijakan, administrasi, dan koordinasi kegiatan organisasi. DPD di seluruh Indonesia bertanggung jawab melaksanakan pembinaan umat dan kegiatan sosial sesuai kondisi daerah masing-masing.

Dalam kepemimpinan organisasi, peran Ketua Umum menjadi sentral. Di bawah kepemimpinan Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya, WALUBI terus berkembang sebagai organisasi yang solid, modern, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat Buddhis. Beliau mendorong agar setiap pengurus dan anggota menjalankan tugas dengan disiplin, welas asih, dan kesungguhan, sesuai dengan prinsip kebersamaan yang diatur dalam AD/ART. Dukungan penuh dari jajaran DPD di seluruh Indonesia memperkuat efektivitas pelaksanaan program kerja, menjadikan WALUBI sebagai organisasi yang hidup dan dinamis.

Selain fungsi struktural, WALUBI juga memiliki badan-badan kelengkapan seperti bidang pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi, dan hubungan luar negeri. Bidang-bidang ini bekerja secara terpadu untuk mengembangkan ajaran Buddha dalam masyarakat modern. Dalam setiap kegiatan, WALUBI selalu menjunjung tinggi prinsip koordinasi, konsultasi, dan kebersamaan antarlembaga anggota.

Melalui pembinaan yang menyeluruh dan tata kelola yang teratur, WALUBI menampilkan karakter organisasi yang kuat secara spiritual dan administrasi. Struktur yang tersusun hingga tingkat daerah memungkinkan pelaksanaan Dharma Agama dan Dharma Negara secara berimbang. Dari pusat hingga daerah, setiap pengurus dan anggota bergerak dengan kesadaran bahwa pelayanan kepada umat dan bangsa merupakan bagian dari pengamalan Dhamma.

Program Kerja dan Pelaksanaan Dharma dalam Kehidupan Sosial

Program kerja WALUBI disusun berdasarkan ketetapan Pasamuan Agung dan disesuaikan dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga , yang menekankan keseimbangan antara pembinaan spiritual dan pelayanan sosial. Setiap bidang di bawah Dewan Pimpinan Pusat memiliki rencana strategis yang dijalankan melalui kegiatan pembinaan umat, penguatan pendidikan Buddhis, serta pengembangan program sosial kemasyarakatan. Prinsip utamanya adalah menumbuhkan kesejahteraan umat dengan mengedepankan ajaran Dhamma sebagai dasar etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari.

WALUBI menempatkan pendidikan agama Buddha sebagai prioritas pembinaan jangka panjang. Melalui dukungan kepada lembaga pendidikan formal dan nonformal, WALUBI memperluas kesempatan bagi generasi muda Buddhis untuk mempelajari Dhamma secara aktif dan kontekstual. Sharing Dharma, Pelatihan Dharmaduta, seminar ajaran moral, dan kegiatan pembinaan guru agama Buddha menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperkuat kualitas sumber umat Buddha di berbagai daerah. Pendekatan ini diharapkan melahirkan umat yang berwawasan luas, berkarakter kuat, dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi terhadap masyarakat.

Selain bidang pendidikan, WALUBI juga mengimplementasikan  berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ketika bencana alam, wabah penyakit, atau kesulitan ekonomi melanda masyarakat, WALUBI bergerak bersama DPD di seluruh Indonesia menyalurkan bantuan dan layanan yang diperlukan. Kegiatan seperti donor darah, pengobatan massal, pelatihan ekonomi umat, serta dukungan terhadap anak yatim dan lansia menunjukkan kehadiran WALUBI di tengah masyarakat tanpa batas perbedaan latar belakang. Setiap tindakan dilandasi oleh semangat cinta kasih (metta) dan kepedulian (karuna) sebagaimana diajarkan Sang Buddha.

Dalam bidang kebudayaan, WALUBI terus mengembangkan kegiatan yang memperkaya kehidupan spiritual dan memperkuat identitas Buddhis Nusantara. Peringatan Tri Suci Waisak, pelatihan kesenian Buddhis, serta dialog budaya keagamaan diselenggarakan secara rutin dengan melibatkan unsur majelis dan vihara di seluruh daerah. Kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan umat sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi Buddhis yang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa. Melalui berbagai program tersebut, WALUBI meneguhkan perannya sebagai lembaga keagamaan yang hadir untuk membangun masyarakat yang beretika, welas asih, dan seimbang dalam kehidupan spiritual serta sosial.

Hubungan Antar-Lembaga, Pemerintah, dan Internasional

WALUBI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan kehidupan beragama. Berdasarkan AD/ART, salah satu fungsi utama WALUBI adalah menjalin komunikasi yang baik dengan Kementerian Agama dan lembaga-lembaga negara lain guna memperkuat pembangunan di bidang keagamaan. Dalam berbagai forum nasional, WALUBI berpartisipasi memberikan pandangan dan saran mengenai kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, dan kebudayaan Buddhis. Hubungan ini berlangsung dalam suasana saling menghormati dan koordinasi yang produktif, di mana pemerintah memperoleh masukan langsung dari umat, dan umat menerima arahan yang sesuai dengan garis kebijakan negara.

Kerja sama dengan lembaga agama lain juga menjadi perhatian penting WALUBI. WALUBI aktif dalam berbagai forum lintas iman, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk memperkuat hubungan antarumat beragama. Melalui kegiatan bersama seperti bakti sosial lintas agama, seminar perdamaian, serta forum dialog kebangsaan, WALUBI turut memperkokoh harmoni sosial yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Keterlibatan aktif ini memperlihatkan bahwa umat Buddha Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dan keseimbangan sosial di tengah keberagaman.

Pada tingkat internasional, WALUBI mewakili umat Buddha Indonesia dalam berbagai forum Buddhis dunia, seperti United Nations Day of Vesak Celebration, World Buddhist Summit, dan pertemuan Dewan Buddhis Dunia. Dalam kesempatan tersebut, WALUBI memperkenalkan karakter Buddhisme Indonesia yang terbuka, moderat, dan berakar pada kebijaksanaan lokal. Hubungan internasional ini tidak hanya memperluas jaringan kerja sama antarorganisasi Buddhis, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan kebersamaan umat beragama. Melalui peran ini, WALUBI menjadi jembatan diplomasi spiritual yang membawa nama baik bangsa di ranah global.

Semua bentuk kerja sama tersebut dijalankan berdasarkan prinsip musyawarah, kesetaraan, dan rasa saling menghormati. WALUBI menegakkan prinsip bahwa setiap bentuk hubungan, baik di dalam maupun di luar negeri, harus dilandasi semangat Dharma dan kesadaran tanggung jawab sosial. Dengan demikian, hubungan antarlembaga bukan hanya sarana komunikasi administratif, melainkan juga wujud partisipasi moral dalam menjaga keseimbangan kehidupan bersama.

Arah Strategis dan Harapan Masa Depan WALUBI

WALUBI memandang masa depan umat Buddha Indonesia sebagai bagian dari perjalanan bangsa menuju masyarakat yang beretika, berdaya, dan berkeadilan. Berdasarkan rumusan dalam AD/ART, arah strategis organisasi difokuskan pada tiga hal utama: penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia Buddhis, dan perluasan peran sosial. Dalam tataran kelembagaan, WALUBI terus memperkuat sistem administrasi, transparansi, dan efektivitas kerja di semua tingkatan organisasi. Langkah ini memastikan agar setiap kegiatan berjalan terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam bidang sumber daya manusia, WALUBI menaruh perhatian besar pada pembinaan kader muda Buddhis. Melalui kegiatan pelatihan kepemimpinan, pendidikan Dhamma, dan pengembangan keterampilan, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi penerus yang berkarakter, berpandangan luas, dan memiliki kepekaan sosial. Peran perempuan Buddhis juga terus diperkuat dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan. WALUBI memandang perempuan sebagai pilar penting dalam keluarga dan masyarakat yang mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan, disiplin, serta keteguhan moral dalam kehidupan bersama.

Arah strategis lainnya adalah memperluas peran sosial WALUBI melalui program pemberdayaan ekonomi umat dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Organisasi ini memfasilitasi kegiatan pelatihan keterampilan, pembinaan usaha kecil, serta penyuluhan kesejahteraan yang berbasis pada semangat etika Buddhis. Dalam bidang lingkungan, WALUBI mendukung berbagai gerakan penghijauan dan kampanye kesadaran ekologis, sebagai wujud penghormatan terhadap semua makhluk hidup.

Menatap masa depan, WALUBI bertekad untuk terus menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa. Dengan kepemimpinan Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya dan kerja bersama seluruh jajaran DPD di berbagai provinsi, WALUBI melangkah mantap sebagai organisasi keagamaan yang teguh, adaptif, dan berdaya guna. Setiap langkahnya diarahkan untuk memperkuat Dharma Agama dan Dharma Negara—menyatukan spiritualitas dan kebangsaan dalam semangat pelayanan kepada sesama. Dengan kesungguhan dan kebijaksanaan, WALUBI akan terus menjadi pelita yang menerangi jalan umat Buddha Indonesia dalam kehidupan yang harmonis dan seimbang.

Refleksi Kelembagaan dan Arah Keberlanjutan WALUBI

Perjalanan panjang Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) mencerminkan proses pembelajaran kolektif umat Buddha Indonesia dalam membangun kehidupan beragama yang terbuka, arif, dan bertanggung jawab. Sejak awal pendiriannya, WALUBI tumbuh dari kesadaran bersama bahwa kebersamaan dalam keberagaman adalah kekuatan yang dapat membawa kesejahteraan bagi umat dan bangsa. Melalui perjalanan organisasi yang diatur dalam AD/ART , WALUBI terus menegaskan perannya sebagai wadah kebersamaan yang menumbuhkan kerja sama antarmajelis dan lembaga Buddhis di seluruh Indonesia. Prinsip-prinsip organisasi dijalankan dengan disiplin dan semangat pelayanan yang tulus, menjadikan WALUBI bukan sekadar lembaga administratif, tetapi juga ruang kebersamaan spiritual bagi umat Buddha Indonesia.

Dalam menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara, WALUBI senantiasa menjaga keseimbangan antara pengamalan spiritual dan tanggung jawab sosial. Keberadaan organisasi ini menjadi penopang bagi umat Buddha untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, tanpa kehilangan arah ajaran Sang Buddha. Melalui kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan, WALUBI berkontribusi dalam membangun masyarakat yang damai dan beretika. Setiap program yang dijalankan berakar pada semangat cinta kasih, kebijaksanaan, dan penghargaan terhadap kehidupan. Dengan prinsip non-intervensi dan musyawarah mufakat sebagaimana diatur dalam AD/ART, WALUBI memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil mencerminkan keseimbangan pandangan dan kepentingan seluruh majelis anggota.

Kehidupan organisasi WALUBI juga menunjukkan bagaimana ajaran Buddha dapat diimplementasikan dalam sistem kelembagaan yang dinamis. Kepemimpinan Ketua Umum DPP WALUBI Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya menjadi pendorong utama yang menggerakkan roda organisasi agar senantiasa selaras dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan umat. Dengan dukungan penuh dari jajaran DPD di seluruh Indonesia, setiap kegiatan WALUBI dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada strukturnya, tetapi juga pada semangat kebersamaan yang menghidupinya. Hubungan antara pusat dan daerah berlangsung dalam suasana saling mendukung, sehingga WALUBI mampu berperan sebagai sistem yang hidup dan adaptif terhadap perubahan zaman.

WALUBI dan Peranannya dalam Pembangunan Nasional

Sebagai mitra pemerintah, WALUBI menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan kehidupan beragama sesuai dengan arah kebijakan nasional. Organisasi ini aktif memberikan saran dan pandangan dalam penyusunan program keagamaan dan sosial yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Hubungan kerja yang baik antara WALUBI dan pemerintah dilandasi semangat kemitraan yang konstruktif, dengan mengedepankan komunikasi dua arah dan tanggung jawab moral terhadap umat. Melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga, WALUBI turut berkontribusi dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kesejahteraan sosial, menjadikan ajaran Buddha sebagai pedoman etika dalam kehidupan berbangsa.

Peran WALUBI dalam pembangunan nasional tidak terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang berkelanjutan. Di berbagai daerah, DPD WALUBI menjadi mitra pemerintah daerah dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan karakter, serta pelatihan ekonomi umat. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab sosial umat Buddha terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan seperti bakti sosial, bantuan kemanusiaan, serta dukungan terhadap pendidikan dan kesehatan, WALUBI berperan aktif membangun kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dalam kedamaian dan saling menghormati.

Pada tataran internasional, WALUBI turut berperan membawa nama baik Indonesia dalam forum Buddhis dunia. Kehadiran WALUBI dalam berbagai konferensi dan pertemuan internasional memperluas ruang dialog tentang perdamaian, kebijaksanaan, dan kesejahteraan global. Di berbagai kesempatan, WALUBI menunjukkan bahwa umat Buddha Indonesia dapat berkontribusi dalam diplomasi moral antarbangsa. Dengan membawa semangat Pancasila dan Dharma, WALUBI menjadi jembatan yang menghubungkan spiritualitas Nusantara dengan gerakan kemanusiaan global yang berpihak pada kedamaian dan kesejahteraan umat manusia.

Harapan dan Visi Keberlanjutan

Menatap masa depan, WALUBI berkomitmen untuk memperkuat arah geraknya dalam tiga aspek utama: pembinaan umat, penguatan kelembagaan, dan perluasan pelayanan sosial. Pembinaan umat diarahkan agar kehidupan beragama tidak berhenti pada ritual, tetapi menjadi kekuatan moral yang menuntun umat dalam kehidupan sehari-hari, dengan berlandaskan tuntunan Buddha Dharma. Penguatan kelembagaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas organisasi, transparansi tata kelola, dan profesionalisme kerja di semua tingkatan. Sedangkan pelayanan sosial terus dikembangkan agar dapat menjawab tantangan zaman, termasuk isu lingkungan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam menjalankan visi keberlanjutan ini, WALUBI meneguhkan pentingnya sinergi antara pimpinan pusat dan daerah. Setiap pengurus di tingkat DPD dan DPP memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat kebersamaan dan membangun komunikasi yang terbuka. Kepemimpinan yang kuat dan partisipatif menjadi kunci keberlangsungan organisasi. Dengan dukungan seluruh majelis anggota, WALUBI akan terus menjadi rumah besar bagi umat Buddha Indonesia, tempat tumbuhnya kerja sama lintas tradisi dalam suasana rukun dan damai.

WALUBI percaya bahwa kesejahteraan dan kedamaian dapat dicapai ketika ajaran Buddha dijalankan dengan kesadaran penuh dan cinta kasih. Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara, WALUBI bertekad terus melayani umat, mendukung pembangunan bangsa, dan menjaga harmoni dalam kehidupan beragama. Dengan semangat kebersamaan, WALUBI melangkah menuju masa depan yang seimbang antara kebijaksanaan spiritual dan pengabdian sosial, membawa cahaya kedamaian bagi seluruh makhluk dan bagi tanah air tercinta, Indonesia.