Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne



WARTA WALUBI


WARTA MAJELIS



Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Jokowi Hadiri Perayaan Waisak di Selenggarakan Walubi di Candi Borobudur

Puncak Tri Suci Waisak 2559 BE/2015 jatuh pada tanggal 2 Juni 2015 pukul 11:18:43 malam hari. ribuan umat Buddha bersama para bhiksu menggelar prosesi berjalan kaki dengan membawa api dharma dan air berkah dari Candi Mendut melewati Candi Pawon, hingga Candi Borobudur, sepanjang 3,5 km.

Presiden Joko Widodo turut menghadiri acara seremonial dharmasanti perayaan Waisak 2015 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Selasa (2/6/2015) malam nanti.

Sehari sebelumnya, api dharma Waisak yang diambil dari sumber api alam Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tiba di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, sekitar pukul 16.36 WIB. Api ini dibawa menggunakan obor ukuran besar dengan kendaraan hias.

Secara simbolis Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), David Hermanjaya, menyerahkan api dharma tersebut kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Dasikin.

Selanjutnya dengan didampingi sejumlah pemuka umat Buddha, antara lain Bhikhu Wongsin Labhiko Mahathera, Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira, Ketua Dewan Penyantun Walubi Murdaya Poo, Ketua Plt.Walubi Arief Harsono menerima api dharma dan diletakkan di altar besar dengan rupang Buddha, di pelataran samping Candi Mendut, sekitar 3,5 kilometer timur Candi Borobudur.

Umat Buddha bersama para bhiksu dari berbagai mazhab sangha Walubi mengiringi mereka meletakkan api dharma Waisak. Sebanyak lima pemuka umat Buddha kemudian menyalakan lilin panca warna di altar yang dihias dengan beragam rangkaian buah dan bunga segar warna-warni.

Pembacaan Parita Suci

Secara bergiliran 12 majelis Walubi dan LKBI melantunkan doa dan pembacakan parita suci terkait dengan kedatangan api dharma di Candi Mendut itu. Sejak sekitar pukul 17.30 WIB gerimis menandai rangkaian doa dan pembacaan parita tersebut, namun terlihat umat bersama para bhiksu tetap hikmat menjalani prosesi ritual tersebut.

Bhiksu Tadisa Koordinator Dewan Sangha Walubi itu, mengatakan api menjadi lambang semangat hidup dan penerangan bagi umat. "Sebagaimana Sang Buddha mendapatkan penerangan sempurna, maka api menjadi lambang tertang bagi umat dari kegelapan, memberikan pencerahan."

Api dharma menjadi salah satu sarana pujabakti umat Buddha dalam merayakan Tri Suci Waisak yang pusatnya di Candi Borobudur pada hari ini.

Sarana pujabakti lainnya adalah air berkah yang diambil dari Umbul Jumprit di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jateng.

Sebagaimana air berkah, api dharma Waisak juga disemayamkan di dalam Candi Mendut oleh para biksu sekitar pukul 18.25 WIB.

Mereka menjalani prosesi pradaksina, berjalan kaki mengelilingi Candi Mendut sebanyak tiga kali, sebelum meletakkan api dharma Waisak di altar candi tersebut.



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.