Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne



WARTA WALUBI


WARTA MAJELIS



Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Siaran Pers, Pertemuan Tingkat Tinggi Pemimpin Umat Buddha dan Muslim

SIARAN PERS

PERTEMUAN TINGKAT TINGGI PEMIMPIN UMAT BUDDHA DAN MUSLIM

Mengatasi Ekstremisme dan Mendorong Perdamaian dengan Keadilan

3-4 Maret, 2015, Yogyakarta dan Candi Borobudur, Indonesia

YOGYAKARTA STATEMENT/PERNYATAAN YOGYAKARTA


Kami, pemimpin umat Buddha dan Muslim, memahami bahwa para pendukung kami telah membangun hubungan yang harmonis, yang menjadi dasar untuk membangun perdamaian dan kemakmuran di berbagai belahan di dunia. Dalam masing-masing teks kitab sucinya, Buddha dan Islam sama-sama menekankan pentingnya perdamaian yang meyeluruh dan positif, yang merengkuh perdamaian diri, perdamaian antar sesama manusia dan perdamaian dengan alam

Kami kembali menekankan bahwa Islam dan Buddha adalah agama yang penuh kasih sayang dan welas asih yang memikilki komitmen pada keadilan bagi seluruh umat manusia. Kedua tradisi dari kedua agama ini menghormati kesucian kehidupan dan mewarisi martabat dan kehormatan manusia, sebagai fondasi seluruh hak-hak azasi manusia tanpa pembedaan suku, warna kulit, bahasa atau agama.

Kami menolak penyalahggunaan agama untuk mendorong diskriminasi dan kekerasan. Buddha dan Islam telah disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk tujuan politik mereka dengan memancing prejudis dan stereotip dan memantik diskriminasi serta kekerasan. Dengan tegas kami menolak penyalahgunaan tersebut dan menyerukan untuk melawan interpretasi dan aksi keagamaan yang ekstrim dengan narasi perdamaian otentik kami.

Kami juga memahami perlunya memperkuat peran pemerintah untuk menolak diskriminasi dan kekerasan atas nama agama. Berdasarkan instrumen hukum yang telah diterima secara universal seperti Artikel 20 dari International Covenant on Civil and Political Rights dan United Nations Human Rights Council Resolution 16/18, kami menyerukan kepada seluruh negara untuk memenuhi tanggungjawab mereka dalam melindungi segenap warga negaranya dari kebencian berdasarkan agama dan suku, dan dorongan untuk diskriminasi dan kekerasan atas nama agama.


Kami kembali menekankan nilai-nilai mendasar yang terdapat dalam teks-teks kitab suci kami sebagai berikut: Keragaman agama dan hidup berdampingan dengan damai, kasih sayang dan welas asih yang universal, keadilan universal, hidup harmoni dengan lingkungan, martabat dan kehormatan kemanusiaan dan anti-kekerasan.



I. Kebhinnekaan Agama dan Kehidupan Bersama yang Damai

Buddha
“Semua agama harus berada di mana-mana, karena semua agama mengajarkan pengendalian diri dan kemurnian hati." "Hubungan antar-agama adalah baik. Kita harus saling mendengarkan dan menghormati ajaran yang dianut orang lain. Raja Piyadasi yang dicintai para Dewa, menginginkan agar kita memahami ajaran agama-agama lain.” “Engkau menghormati keyakinanmu sendiri saat engkau memperlakukan penganut agama lain dengan baik. Engkau merusak agamamu sendiri saat engkau menghina penganut agama lain.” (Fatwa Raja Ashoka, 269-232 SM)

Islam
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Al-Qur’an 49:13).
“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya” (Al-Qur’an, 5: 48)


II. Pemaafan dan Kasih Sayang Universal

Islam
Al-Qur’an 21:107

Buddhism
Ajaran Sutta Nipata, 149-150 M


III. Keadilan Universal

Buddhism
Dhammapada 13
Fatwa Raja Ashoka, 269-232 SM.

Islam
Al-Qur’an, 4: 135, 57: 25.


IV. Martabat Manusia dan Nir-Kekerasan

Islam
Al-Qur’an, 17: 70, 5:32.

Buddhism
Dhammapada 256-57, 142.



V. Hidup Harmonis dengan Lingkungan


Buddhism.
Dhammapada 49
Ajaran Vanaropa Sutta

Islam.
Al-Qur'an 25:6,3 13:4.


VI. Pluralisme, Toleransi, dan Kebebasan Beragama

Islam
Al-Qur’an 2:256, 10:99-100.

Buddhism
Ajaran Sutta Nipata 918, 798.


VII. Menolak Kebencian, Khotbah Kebencian, Pembalasan Dendam, dan Pentingnya Introspeksi-Diri

Buddhism
Dhammapada 3-5, 8, 4.7.

Islam
Al-Qur’an 5:8.


Berdasarkan kesamaan nilai-nilai utama di atas,

Kami berkomitmen, melalui fasilitasi kelompok inti International Forum on Buddhist Muslim Relations (BMF: International Network of Engaged Buddhists, International Movement for a Just World, Muhammadiyah dan Religions for Peace), untuk mengimplementasikan rencana aksi dan bekerjasama melanjutkan penguatan BMF untuk:
a) bertindak sebagai platform pelayanan bagi prakarsa-prakarsa intra-agama dan antar-
agama dalam bidang pendidikan dan advokasi;
b) membantu reaksi cepat /kunjungan solidaritas /peringatan dini / pencegahan konlik pada situasi-situasi konflik;
c) mengembangkan dan menyediakan peralatan dan bahan untuk pelibatan konstruktif dan aksi bersama yang strategis, dan;
d) mengembangkan penggunaan efektif media untuk pesan-pesan positif, khususnya melalui
media sosial dan alternatif.


Kami menghargai tuan rumah Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan Majelis Ulama Indonesian (MUI) untuk keramahan dan kehangatan mereka dalam mengupayakan kesempatan berharga untuk berdialog diantara kita semua.


Yogyakarta/Candi Borobudur, 4 Maret 2015

Pemimpin Umat Muslim dan Buddha


Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Drs. Slamet Effendy Yusuf, Ketua MUI, Ketua PB Nahdlatul Ulama
Ir. Arief Harsono, PLT Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)
Prof. Dr. Philip K. Widjaja, Sekretaris Jenderal Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)
Mr. Harsha Kumara Navaratne, Chairman, International Network of Engaged Buddhists (INEB)

Dr. Chandra Muzaffar, President, International Movement for a Just World (JUST)

Rev. Kyoichi Sugino, Deputy Secretary General (Wakil Sekretaris Jenderal), Religions for Peace



 


Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.