Pembukaan
DPP Walubi
DPD Walubi
Perwakilan
Program Umum
Lambang
Ikrar
Hymne




Participate in improving the Walubi Website!
We appreciate any kind of feedback and suggestions. Please send them to DPP WALUBI Thank you.

Raja Surakarta Membuka Kirab Budaya Hut I Vihara Tri Ratna Cilacap

Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII, Sinuhun Tedjo Woelan membuka resmi Gelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati HUT pertama Vihara Tri Ratna di Gunung Srandil, Kec.Adipala-Cilacap, Jawa tengah.pada Senin,20/7/09

Yang Mulia Sinuhun Tedjo Woelan mengatakan bahwa kirab budaya tidak hanya dilihat dari sejarah saja, tetapi roh semangat berbudaya dan berbudi pekerti itu jauh lebih penting.” Hanya yang berbudaya dapat mensinergikan manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan leluhurnya”.

Membentuk manusia yang berbudaya, diperlukan suatu kecerdasan dan kesabaran, namun tanpa manusia sadar, hukum karma akan cepat membalik alam.

Disisi lain Raja Surakarta mengkecam keras tentang Candi Agung Borobudur yang dijadikan sebagai obyek parawisata. Padahal nenek moyang kita dahulu itu mewujudkan Candi tersebut sebagai tempat beribadah bagi yang beragama Buddha. Sama dengan keberadaan Candi Prambanan di Jogyakarta untuk tempat beribadah umat Hindu.

Prof DR.Suhu Acay Ketua Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesia, mengatakan tujuan dari kirab budaya ini adalah pertemuan silatuhrahmi, selain itu mengangkat kembali budaya tradisi yang sudah lama hilang. “mudah mudahan dengan kirab budaya ini dapat menumbuhkan rasa toleransi dan kekeluargaan yang lebih erat lagi. Disamping tidak adalagi perpecahan diantara sesama. Semoga pada Hut 1 Vihara Tri Ratna membawa satu posisi melangkah yang lebih maju lagi. Suhu Acay juga mengutuk keras pelaku bom yang sangat biadab, telah merusak citra bangsa Indonesia di mata dunia.

Senada disampaikan David Herman Jaya Ketua Dewan Pengurus Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia(DPD WALUBI)/Ketua Tridharma Provinsi Jawa Tengah.Ritual suci ini merupakan suatu budaya, untuk mempererat hubungan persaudaraan.” dalam Tri Dharma disebut kawulan (sedekah bumi), dapat dikatakan bukan suatu ajaran, tetapi suatu kegiatan tradisi budaya yang perlu dilestarikan. Dengan ini umat banyak mengetahui apa yang dikatakan para dewa, sin beng, para kongco, para Buddha dan para Bodhisatwa pada upacara ritual prosesi saat kirab budaya digelar. Harapan kedepan umat Buddha bisa lebih dikenal dan berkembang di masyarakat melalui pelestarian tradisi dan budaya serta dapat menunjukan pada pemerintah bahwa agama dan budaya tidak dapat dipisahkan, bahkan orang yang ingin melakukan sembahyang pun sudah tidak takut lagi” ujarnya

Tan Adi Pranata sebagai Panitia penyelenggara mengharapkan pertemuan silatuhrahmi melalui kirab budaya di hari ulang tahun pertama Vihara Tri Ratna dihadiri sekitar 3000 umat, antar lintas agama dan lintas budaya, dari seluruh peloksok nusantara.” ini tidak hanya berhenti sampai disitu saja”, namun Tan Adi berharap, pelestarian budaya melalui lintas agama akan terus maju, tumbuh, dalam kebersahabatan dan kebersamaan bila saling menjaga kekompakan.

Bhante Dhammateja pengasuh Padepokan Agung Sanghyang Jati Gunung Selok-Cilacap sekaligus penanggung jawab Vihara Tri Ratna, menginginkan pelestarian budaya dapat cepat terwujud di masyarakat yang berbudaya, berbudi pekerti luhur dan bermoralitas unggul. Dengan demikian umat Buddha tidak kehilangan jati diri dan bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas sebagai bangsa yang berbudaya dan ber Bhineka Tunggal Ika. Dan selamatlah bumi dari kehancuran bila setiap orang melaksanakan dharmanya masing masing.

Acara dimulai (18/7) penerimaan 32 rupang para Buddha, Bodhisatwa dan para Dewa, sembahyang puja bakti HUT Vihara, prosesi berkeliling (pindapatta), seremonial, kesenian tari gambyong, Pemotongan Tumpeng oleh Raja, Kirab menuju pantai selatan (4Km)dan Pagelaran wayang kulit. Hadir : Kraton Ratu Alit dan 12 Abdi Dalem, Agus Suyono (Ketua Walubi Cilacap),Andi Hakim Ketua Umum Gerakan Karya Justitia Indonesia (toto(20/7)

Keterangan foto :

1 = Bhante Dhammatedjo pada HUT pertama Vihara Tri Ratna berjumpa dengan David Herman Jaya.

2 = Suhu Acay dan Tan Adi Pranata saat kirab budaya, menggotong tandu rupang tay Siang Lo Cin ,pada HUT pertama Vihara Tri Ratna di Cilacap jawa tengah

3 = Raja Surakarta XIII Sinuhun Tedjo Woelan

4= Para Bhikksu Sangha Mahayana Tanah Suci/ Bhikkhu Sangha Theravada bagian ritual puja bakti dari pendukung acara.


 
 
 

Copyright © 2000-2010 by WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
All trademarks & logos shown herein are the property of their respective owners.