Sambutan Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia Waisak Nasional 2561 / 2017

ADR112 copy

Dra. S. Hartati Murdaya

Namo Buddhaya

Menyambut Hari Raya Waisak 2561 tahun 2017 yang bertepatan pada Hari Kamis, Tanggal 11 Mei 2017 pukul 04.42’ 09” Umat Buddha Indonesia dari berbagai daerah akan datang dan berkumpul di Candi Agung Borobudur, Jawa Tengah untuk melakukan puja bakti menyambut detik-detik Waisak 2561.

Hari Raya Waisak Nasional tahun 2017 diawali dengan melakukan pembersihan Taman Makan Pahlawan Kali Bata dan Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia di mana Umat Buddha Indonesia berada pada tanggal 30 April 2017, khususnya mereka yang bergabung dengan Para Majelis Agama Buddha Indonesia yang berbeda -beda Mazhab dan Alirannya terutama yang berfederasi dalam forum Perwakilan Umat Buddha Indonesia yang dikenal sebagai Walubi. Mereka memperingati Jasa-jasa para Pahlawan Kusuma Bangsa yang telah memberikan pengorbanan Jiwa dan Raga nya melawan penjajah demi mewariskan Negara Indonesia yang Merdeka, bebas dari penindasan bangsa asing seperti yang dialami oleh para pendahulu kita.

Kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan amal kebajikan memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada sekitar 9000 pasien dipelataran Candi Agung Borobudur pada tanggal 6-7 Mei 2017, didukung oleh sekitar 200 Dokter, para dokter spesialis, para dokter bedah, para dokter Umum, para dokter Mata, dll. dibantu oleh sekitar-sekitar hampir 300 tenaga Paramedis yang terdiri dari Para Perawat Bedah,Para Perawat Mata,Dokter spesialis Anastesis, dll, meliputi Operasi Katarak dan pengobatan berbagai penyakit mata, operasi Bibir Sumbing dan operasi Bedah Minor, Pengobatan sakit Gigi, cabut gigi, Tambal Gigi, membersihkan karang Gigi, Operasi Gigi, Bedah Mulut. Spesialis Anak, Spesialis Penyakit Dalam, spesialis THT, Spesialis Kebidanan & Kandungan, Spesialis Penyakit Kulit & Kelamin, Spesialis Anastesi & Penata Anestesis, didukung oleh Petugas Laboratorium,Apoteker & Asisten Apoteker dan lain.

Setelah kegiatan Bakti Sosial dilanjutkan dengan Upacara Pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit di Temanggung dan Pengambilan Api Alam dari Grobogan, Purwodadi, dibawa ke Candi Mendut, dibawa oleh prosesi akbar jalan kaki menuju Candi Borobudur, sampai dengan menyambut Detik-detik Waisak di Candi Borobudur.
Disamping para Umat Buddha Indonesia juga hadir Para umat Buddha dari Manca Negara termasuk banyak Bhikkhu, Bhiksuni, Lama, Rinpoche, dan Para Romo Pandita dari aliran Agama Buddha yang beda aliran-alirannya turut ikut beribadah bersama di sana. Puluhan ribu umat Buddha Indonesia dan manca negara memadati arena Candi di sana.

Tema Waisak 2561 tahun 2017 ialah “TINGKATKAN KESADARAN MENJADI KEBIJAKSANAAN “ Dengan Sub Tema “ KEMBANGKAN HATI BUDDHA DAN POTENSI KE BUDDHA AN”

Peringatan Waisak Nasional setiap tahun di Candi Agung Borobudur bertujuan untuk menjadikan Riwayat Hidup Sang Buddha sebagai contoh tauladan dengan keberhasilan mencapai Penerangan Sempurna menjadi Buddha.

Waisak di Indonesia merupakan peringatan tiga peristiwa Suci yaitu:
1. Kelahiran Sang Buddha Gotama pada saat Purnamasidi di bulan Waisaka, tahun 623 SM. Di bawah pohon Salah di Taman Lumbini.
2. Peringatan hari Sang Pangeran Sidharta berhasil mencapai Penerangan Sempurna menjadi Buddha dibawah Pohon Bodhi, juga saat Purnamasidi dibulan Waisaka pada usia 35 tahun.
3. Peringatan Hari Sang Buddha Wafat mencapai Parinivarna pada saat yang sama yaitu Purnamasidi dibulan Waisaka dibawah Pohon Sala Kembar pada usia 80 tahun. Oleh karena itu, maka untuk merayakan tiga Peristiwa suci tersebut dalam kehidupan Sang Buddha hanya dalam satu kali saja yaitu pada saat Purnamasidi di bulan Waisaka.

Walubi mengajak umat Buddha terus berjuang melawan Kebodohan dan kegelapan batin sehinga senantiasa terjebak didalam Keserakahan, Kemarahan dan Kebencian. Sehingga hidupnya manusia terus didalam Dukkha nestapa. Terbelenggu oleh akar setan yang membuat manusia tidak kunjung bahagia sepanjang masa, lahir tua sakit dan mati terus berputar-putar, berkumpul dengan yang dibenci, berpisah dengan apa yang dicinta, tidak memperoleh apa yang diinginkan karena selalu berada didalam ketidak kekalan.

Semoga segala kesusahan menjadi Maha Guru kita untuk sukses mencapai Penerangan Batin yang penuh dengan teleransi dan menemukan kebahagiaan sejati. Semoga semua makhluk hidup berbahagia…dan penuh Berkah. Saddhu, Saddhu, Saddhu….

Dewan Pengurus Pusat
Perwakilan Umat Buddha Indonesia

Dra. S. Hartati Murdaya
Ketua Umum