Sambutan Ketua Umum WALUBI Pada Kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Di Taman Lumbini, Candi Agung Borobudur Jawa Tengah, 25 Mei 2018

Yth. Kementerian Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Bapak Coliadi, SH. MH.
Yth. Pangdam IV Diponegoro, atau yang mewakilinya.
Yth. Kapolda Jawa Tengah, yang diwakili oleh Wakapolda Jawa Tengah Bapak Brigjen Pol. Drs. Achmad Luthfi, SH, SSi, MK
Yth. Bupati Magelang Bapak Tavip Supriyanto, M.Si. atau yang mewakili.
Yang Mulia Para Bhikkhu Sangha, para Romo Pandita.
Yth. Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para Tokoh Pemuda.
Yang kami banggakan para Dokter, Paramedis dan Para Relawan
Para Umat Buddha, para penganut Agama Islam, Hindu, Kristen, Katholik yang hadir.
Para tamu undangan dan para hadirin sekalian yang berbahagia.

Salam dalam Dharma, Salam Bahagia dan Salam sukses untuk kita semua.
Namo buddhaya …
Dihari-hari menjelang Waisak 2018, Walubi dan Umat Buddha merayakan dengan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan dan beribadah di Vihara-vihara, rumah masing-masing tersebar diseluruh Nusantara dimana Umat Buddha berada. Marilah kita syukuri perbuatan amal kebajikan semua dalam rangka membina kehidupan sebangsa dan setanah air, dengan penuh rasa kekeluargaan saling mengasihi, saling menghormati dan saling mengisi serta saling tolong menolong.

Rangkaian Kegiatan Waisak setiap tahun ialah :

  1. Pembersihan Taman Makam Pahlawan diseluruh Indonesia dimana saja umat Buddha Walubi berada dengan skala kecil, sedang dan besar seperti di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.
  2. Pengobatan Gratis di Pelataran Candi Borobudur berskala besar dan Pengobatan Gratis skala sedang dan kecil dimana saja Umat Buddha berada.
  3. Upacara Pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit Kabupaten Temanggung, dan Upacara Pengambilan Api Alam di Purwodadi Grobogan Jawa Tengah, dibawa ke Candi Mendut untuk disemayamkan dengan doa-doa suci, persiapan dibawa ke Candi Agung Borobudur secara Prosesi Akbar oleh Umat Buddha Indonesia dan Umat Buddha Mancanegara.
  4. Melaksanakan Puja Bakti menyambut Detik-detik Waisak pada pukul 21.19”.13’ , dilakukan pelepasan lampion-lampion ke udara sambil mendoakan kesejahteraan bagi rakyat dan bangsa Indonesia khususnya dan warga dunia umumnya

Waisak Umat Buddha memperingati 3 peristiwa suci yaitu :

  1. Kelahiran seorang Maha Bodhisatwa sebagai seorang putera mahkota kerajaan Sudhadharma di Kapilawastu Nepal Selatan. Kemudian bertapa dan mengajar menjelajahi Nepal dan India menyebarkan Dharma Kebahagiaan.
  2. Sang Sidharta mencapai pencerahan sempurna menjadi Buddha di usia 36 tahun.
  3. Sang Buddha Gotama wafat dan parinibana atau pergi ke Nirwana.
  4. Sang Buddha mencapai puncak kebahagiaan menyatu kembali dengan ke-Esa-annya dimana asalnya Sang Buddha datang menjadi mahluk didunia ini.
  5. Begitu pula semua mahluk termasuk manusia yang berasal dari Sang Pencipta, disana pula kita bisa kembali dalam kesempurnaan setelah berhasil mengalahkan Ego Sang Aku yang melekat pada duniawi yang serba berubah dan tidak kekal adanya, penuh dengan loba atau keserakahan, moha atau kegelapan batin dan dosa atau kemarahan, kebencian, iri hati, saling menghancurkan dan seterusnya.
  6. Pada hari ini seperti biasanya hari-hari Waisak ditahun-tahun sebelumnya kami Umat Buddha Bangsa Indonesia, wajib melatih diri agar tidak lupa pada ajaran Buddha Dharma dari Maha

Guru Agung Buddha Gotama tentang 4 Kesunyataan Mulia yaitu :

  1. Bahwa hidup manusia didalam dunia yang tidak kekal terus berubah sepanjang masa penuh dengan dukkha derita, sengsara sepanjang masa akibat hawa nafsu kebodohan Sang Aku, Sang Ego, tidak perlu saling marah dan benci, tidak perlu serakah karena nyatanya dunia manusia tidak kekal.
  2. Harta benda dan kekuasaan dan segala kesenangan duniawi tidak bisa dibawa mati, untuk apa cari kemenangan temporer? yang penting adalah menumpuk amal dan kebajikan agar dapat kembali pada asalnya yaitu kebahagiaan sejati kembali pada Sang Pencipta.
  3. Kenyataan tentang asal-muasalnya penderita kebodohan, kegelapan hati dan pikiran, keserakahan, iri hati dan seterusnya, yang perlu diwaspadai dan dikalahkan, agar diri masing-masing menjadi semakin tabah dan tangguh menjaga diri agar tidak berbuat jahat, berbuat baik, sucikan hati dan pikiran.
  4. Kenyataan juga didunia manusia bisa mencapai Pencerahan Sempurna menjadi Buddha. Kesadaran surgawi walaupun masih menjadi manusia telah diteladani oleh Sang Buddha sendiri seyogyanya kita manusia jangan melekat pada urusan semu, hanya bersifat sementara yang telah mebuat susah hati sebagai manusia yang dibelenggu oleh kekeliruan dan terjerumus kedalam lingkaran tumimbal lahir dan mati, tiada ujung akhirnya, pahit getir, susah senang, timbul tenggelam, lahir, tua, sakit, mati terus menerus.

Jalannya membebaskan diri dari kegelapan, kebodohan, susah derita, sengsara sepanjang masa, yaitu ber-ruas delapan ialah :

1. Pengertian benar.
2. Berpikir benar.
3. Berbicara benar.
4. Perbuatan benar.
5. Mata Pencaharian benar.
6. Daya Upaya benar.
7. Konsentrasi.
8. Bersamadi benar.

Walaupun seorang beragama Buddha, namun perbuatannya serba bertolak belakang dengan 8 Jalan Utama, maka dia sesungguhnya bukanlah Buddhis. Namun orang lain bukan beragama Buddha, namun perbuatannya sejalan dengan 8 Jalan Utama maka dia adalah Umat Sejati walaupun beragama lain.
Semua agama mempunyai cita-cita tertinggi kembali pada diri sejatinya, kembali pada asalnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan Baksos Pengobatan hari ini dan besok didukung oleh mereka yang berhati mulia yaitu sekitar 180 dokter terdiri dari :
1. Dokter Umum.
2. Dokter Gigi.
3. Dokter Spesialis Gigi dan Bedah Mulut
4. Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
5. Dokter Spesialis Bedah.
6. Dokter Residen Spesialis Bedah.
7. Doter Spesialis Mata.
8. Dokter Residen Mata.
9. Dokter Spesialis THT.
10. Dokter Spesialis Anak.
11. Dokter Residen Spesialis Anak.
12. Dokter/Spesialis Kebidanan/Kandungan, Sp.OG
13. Dokter Spesialis Anastesi.
14. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.
15. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi.
16. Dokter Spesialis Patologi Klinik.
17. Dokter Spesialis Kedokteran Forensik.
18. Dokter Spesialis Paru-paru.
19. Dokter Spesialis Syaraf.
20. Dan lain-lain
Didukung oleh Tim Paramedis : Tim Perawat, Tim Apoteker, Asisten Apoteker, Laborat dan Keslap, Penata Anastesi, Analis, Petugas Laboratorium, Student/ Co-Ass Singapore (NUH) National University Hospital Singapore, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Mustopo, Mahasiswa Kedokteran trisakti, Mahasiswa Kedokteran Ukrida, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Fakultas Farmasi Sanata Dharma, Akper Ngesti Waluyo, Akper Panti Rapih, Poltekkes & Farmasi Asisten Apoteker Bhakti Setya, Mahasiswa Stikes Guna Bangsa, Mahasiswa Universitas Jendral Sudirman (Purwokerto), Perawat Bedah, Perawat Mata, Perawat Gigi.
Didukung oleh :
• Dinas Kesehatan TNI AU.
• Puskes AU
• Dinkes Kabupaten Magelang
• Rumah sakit tentara II dr. Soedjono, Magelang
• RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.
• Rumah Sakit Suci Paramita, Tangerang.
Ditambah ratusan relawan Umat Buddha dan Umat Islam, Kristen dan Katholik. Adapun Tema Waisak tahun ini ialah : “TRANSFORMASIKAN KESADARAN DELUSI MENJADI KESADARAN MURNI” dan Sub-tema : “MARILAH KITA BERSAMA-SAMA BERJUANG MENGALAHKAN SANG EGO”.
Dengan adanya gerakan kemanusiaan dari semua agama di tanah air, diharapkan kesejukan berlanjut bagi kedamaian dalam peran warganegara Indonesia dalam berkeluarga, berma-syarakat, berbangsa dan bernegara.
WALUBI mengajak semua warga bangsa Indonesia yang besar untuk melawan keserakahan, kemarahan, kebencian dan kegelapan batin. Sebaliknya kita perkuat kerukunan, saling membantu, saling mengisi, menggalakkan amal kebajikan, karena kita semua adalah bangsa Indonesia, bangsa yang besar, yang patut berjaya saling berlomba mencapai pencerahan, kerbahagiaan, karena cita-cita tertinggi adalah kembali pada Sang Pencipta. Tidak ada lagi kelahiran, tidak ada hari tua, tidak ada penyakit dan tidak ada lagi kematian.
Kami Panitia Waisak 2562 ditahun 2018 ini memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyelenggaraan Bakti Sosial Pengobatan ini terdapat hal-hal yang tidak berkenan dihati.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang bergabung dan mendukung gerakan amal kebajikan di pelataran Candi Agung Borobudur sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Kepada TNI, POLRI, Pemda dan Pemerintah Pusat kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan segalanya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Sang Triratna dan Bodhisatwa memberkahi Rakyat dan Bangsa Indonesia tetap utuh, bahagia bersatu menjadi bangsa yang besar yang adil dan makmur serta bermartabat.
Majulah Indonesia kita, Salam Sukses, Salam Bahagia.
Sadhu, Sadhu, Sadhu …

Mettacittena
Perwakilan Umat Buddha Indonesia

Dra. S. Hartati Murdaya
Ketua Umum WALUBi
Ketua Panitia Waisak Nasional 2562 BE/2018