WALUBI

Sambut Hari Kemerdekaan RI ke 72 – Majelis ZFZ Kasogatan dan Majelis Tantra Satya Buddha Bersatu Gelar Doa Bersama Untuk Nusantara




Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah dari aliran Zhen Fozong berkumpul menggelar Doa Bersama Untuk Nusantara di Balai Samudra Kelapa Gading Jakarta, pada Jum’at (18/8) malam.

Prosesi Doa Untuk Nusantara dan Puja Api Homa dibuka oleh Caliadi SH,MH sebagai Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, dengan memukulkan gong sebanyak tiga kali.

Kegiatan Doa Nusantara didukung oleh 2 organisasi besar umat Buddha dibawah naungan Walubi, yaitu Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhen Fozong Kasogatan Indonesia pimpinan Winarni Harsono dan Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia pimpinan Rahmat Hartanto.

Doa Nusantara secara bersama sama naik ke panggung, antara lain Caliadi, Vajra Acharya(VA) Lian Fei, Vajra Acharya Lian Ning, Rahmat Hartanto, Winarni Harsono dan VA lainnya.Sedangkan isi dalam ucapannya mendoakan agar Tuhan dapat menyelamatkan semua insan, terbebas dari segala bencana, segala kesulitan dan marabahaya serta semoga Indonesia aman sejahtera makmur sentosa. Dalam doanya turut hadir :Hasto Kristiyanto (Ex.DPR RI), Merry, Supardi (pembina), Ayu Tiarawati, Willianto, Alex Tumondo,DR. Soedjito, dll.

Untuk doa ritual upacara dipimpin oleh Vajra Acharya Lian Ning didampingi oleh para Vajra Acharya dari Malaysia, Jakarta, Palembang, Medan dan Pontianak.

Di hari kedua(19/8) “Dharma Talk”GURU DEVOTION bersama Vajra Acharya Lian Ning di JIExpo Kemayoran Jakarta dan dihadiri sebanyak 500 peserta berasal berbagai daerah dari Cirebon, Cilacap, Jakarta, Palembang, Jambi, Samarinda, Salatiga, Malang, Semarang Surabaya, Lampung, Lubuk Linggau, Bali, Bogor, Pontianak dan Medan.

Dra.S.Hartati Murdaya Ketua Umum Walubi hadir di hari kedua, dalam sambutannya melalui straming Live TV mengucapkan terima kasih atas undangannya bisa duduk bersama para Vajra Acharya. Kemudian mendoakan semoga Maha Guru selalu sehat, panjang umur serta bisa di undang kembali Maha Guru (Secun)untuk datang ke Indonesia.

“ Semua Agama Buddha adalah sama dan tidak ada yang utama maupun yang murni, hal terpenting jangan berbuat jahat, berusaha bagaimana supaya bisa mengendalikan hati,pikiran maupun perbuatan sehari hari “, kata Hartati

Ricky Leon Panitia Penyelenggara, mengucapkan terimakasih atas kedatangan Ibu Ketua Walubi ke acara.”Besar harapan, kegiatan serupa ini tahun depan bisa digelar kembali, karena sebagai pelayan umat Buddha menilai generasi muda Buddhis hampir kehilangan keseimbangan tanpa dibimbing melalui pendidikan agama Buddha secara mendasar, dituntun dan menyediakan ruang tanya jawab.