Waisak, Untuk Pencerahan ” Sadar Diri, Membawa diri, Menempatkan Diri, Berbagi yang Berguna. (Keberuntungan akan datang dari mana mana)

Waisak, Untuk Pencerahan ”
Sadar Diri, Membawa diri,
Menempatkan Diri, Berbagi yang Berguna.
(Keberuntungan akan datang dari mana mana)

Pesan Waisak 2561 BE / 2017:
Oleh: Y. A. Maha Bhiksu Dutavira Sthavira.
Ketua Umum Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia (SMTI).
Ketua Umum Majabumi TS.

Selamat hari raya Trisuci Waisak, bagi semua yang ikut merayakannya. Waisak dapat memberi inspirasi perjuangan dalam hidup dan kehidupan untuk mencapai pencerahan pribadi, keluar dari kesulitan / Samsara, menjadi manusia berguna bagi Bangsa, Negara, Masyarakat dan Keluarga sendiri.

3 peristiwa yang terjadi di bulan Waisaka Puja :

1. 623 SM yang lalu, telah datang dari Surga Tursita, seorang Maha Boddhisattva di dunia ini, di keluarga Suku Sakya, putra mahkota kerajaan Sakya, yang diberi nama Siddharta Gautama (Yang tercapai cita-citanya).

2. Pangeran Mahkota Siddharta Gautama, telah berlimpah-limpah kehidupan duniawinya : kemewahan, kekuasaan, kemuliaan , dll….melihat manusia bisa sakit, usia tua, pertapa dan meninggal dunia, beliau pergi bertapa. Di usia 31 tahun (35 th.P) menjadi Buddha di bawah pohon Boddhi. JIKA Beliau tidak berhasil menjadi Samyaksambuddha, menjadi manusia berguna, mengajarkan, memberi suri tauladan, agar manusia mau berjuang menaklukan 8 tantangan /kesukaran the real kehidupan sehari-hari (Lahir, sakit, tua, mati, keinginan tidak tercapai, berkumpul dengan yang dibenci, berpisah dengan yang dicintai, terikat kebutuhan jasmani rohani), dengan 3 proses perjalanan hidupNYA (batin, pengetahuan / kecerdasan jiwa dan buah karma/nasibnya), maka manusia tidak tahu caranya untuk hidup yang benar di dunia, Untuk menjadi Gembira, Beruntung, Tenteram dan Bahagia.

3. Pada usia 80 tahun, Buddha masuk Maha Parinirvana (meninggalkan dunia) di bawah pohon Sala kembar.

Saudara-saudara se-Dharma, 3 peristiwa Waisak ini patut kita renungkan terus menerus, menjadi sumber aspirasi untuk berjuang, mengatasi, menaklukkan 8 kesukaran/tantangan, dan 3 proses perjalanan hidupNya ! JIKA tidak, maka perayaan Waisak hanya Ceremonial saja / Hampa, atau hanya lahiriah saja !!!

Untuk mampu mengatasi 8 tantangan dan 3 proses perjalanan hidup pribadi, kondisi Samsara harus bisa dirobah jadi Nirwana/Sukkhavati. Untuk itu harus selalu TEGUH, TEKUN, BERJUANG, MEMBINA DIRI, menimba Ilmu yang fokus dan berguna, memperbaiki diri terus-menerus.

Buddha bersabda: Sarva Anicca, Sarva Anattha, Sarva Dukkhata, Sarva Nirvana. Yaitu: Semua kehidupan bergerak dinamis (tidak kekal), tidak menentu, bisa bertambah Samsara/Dukkha atau Nirwana. Oleh karena adanya INI, maka manusia ada kesempatan berbuat, untuk merobah nasib menjadi lebih baik lagi (jadi Buddha), hidup di dunia dengan gembira, beruntung, tenteram dan bahagia ….serta mencapai tingkat kesucian tertinggi / Nirwana.

Tidak terlalu sulit untuk bisa tahu & mengerti teori : Hidup Gembira, Beruntung, Tenteram dan Bahagia, ini mudah diucapkan, tapi sulit dikerjakan …. apa lagi diwujudkan jadi Nyata ! Untuk itu belajar, meningkatkan daya kemampuan, berlapang dada, hempaskan kegalauan, hal – hal yang tidak berguna, dan lain-lain, melaksanakan hidup berbagi yang berguna, indah, maka ia dapat kesempatan yang luas, hidup bahagia. Maka jangan hidup dalam bayangan pribadi ”Aku kira, Aku rasa, Pendapatku “ yang ada kenyataan dalam kehidupan ini / the Real !

Mereka yang terbelenggu, Berhenti dalam kegalauan batin…. Tidak Mau Belajar terima kenyataan , dan menghempaskan yang tidak bernilai dan berarti…. ia Hidup di dunia, bagaikan di Neraka ! Ingat, Surga dan Neraka itu sungguh-sungguh ada…. Untuk mudah dipahami , Suhu bagi jadi 3 kategori:

a) Surga dan Neraka, dalam Rasa & Pikiran Manusia.
b) Surga dan Neraka, di kehidupan yang nyata , di Bumi Manusia.
c) Surga dan Neraka , dalam arti kata yang Sesungguhnya.

Untuk itu harus selalu menanam kebajikan di ladang yang subur… mengamalkan Sadparamita (Dana, Sila, Ksanti, Virya, Dhyana, & Prajna) menjadi Boddhisattva yang muncul di Bumi. Dengan demikian, muncul energi positif baru yang hidup, untuk keluar dari Neraka masuk ke Surga…..

Bila ia tidak tekun membina diri, tidak mau menyesal / bertobat, atas kesalahan perbuatan , pasti tidak bisa memiliki cinta kasih ! Tidak memiliki kecerdasan batin (Karuna Prajna)… bagaimana bisa hidup di dunia, bagaikan Surga ?.

心 经/Sutra Hati : “Wujud rupa / 色 / isi , tidaklah berbeda dengan Kosong, kosong tidaklah berbeda dengan wujud / isi…. Isi adalah Isi, kosong adalah kosong…. isi bisa menjadi kosong, kosong bisa menjadi isi. Semua itu berasal dari Rasa /受 / (vedana), pikiran 想/persepsi (samjna), tindakan / perbuatan 行 (samskara), dan gudang kesadaran 識 (vijnana) /Alam Batin”.

Demikian AdaNya ! Hidup ini nyata, menyikapi hidup adalah pilihan, maukah kita hidup tidak terjebak dalam ilusi, bayangan dan mimpi pribadinya saja?? Memusatkan perhatian, berjuang untuk maju ke depan, menghargai semua yang ada …. Hidup bisa bersyukur, berterima kasih, ingat kebaikan, membalas budi, jadi manusia yang berguna (memiliki rasa berterimakasih dan bersyukur adalah sumber kehidupan, bibit keberuntungan ) . Marilah kita menciptakan masa depan sendiri, berpedoman Sad Paramita (Hidup dalam Sunyata).

Hidup boleh tidak menentu, Tetapi Sikap, Langkah kita harus tentu ke depan, Selangkah demi Selangkah, Kita wujudkan Cita-cita dalam kehidupan nyata . Kata kuncinya: Hati harus Gembira, Semangat (rasa), Pengetahuan, Ketekunan, Perbuatan yang nyata, bisa berbagi yang Berguna, beriman/Sradha, sampai Alam bawah sadar (menerima kenyataan), tekun beribadah! Sehingga kekuatan gelombang energi batin menjadi Tajam dan bisa menikmati hidup yang Indah Ini.

Berbagi yang berguna: Maha Bhiksu menanam bunga Seruni (Crysantemum), dan tiga tahun kemudian di taman Vihara penuh bunga Seruni yang mekar indah, wangi semerbak. Umat menjadi betah, menikmati keindahan suasana Vihara!

Suatu hari ada umat yang meminta bunga Seruni untuk di tanam di halaman rumahnya, Maha Bhiksu memberi. Mendengar kabar ini..banyak umat yang lain ikut meminta bunga…akhirnya taman Vihara menjadi gundul.

Para Murid sangat menyayangkan hal ini, tapi Maha Bhiksu berkata” Coba pikirkan, ini akan bisa lebih baik..karena 3 tahun lagi banyak tempat akan penuh dengan harumnya bunga Seruni ” Mendengar nasehat berbagi ini, rasa tidak puas Murid menjadi sirna.

Ini menginspirasikan kita, hidup harus bisa BERBAGI Yang Berguna, Indah pada orang lain…maka Nilai Hidup Tercapai (Hidup untuk Gembira, Beruntung, Tenteram dan Bahagia).

Teman-teman se-Dharma, Kami 感恩大家有心学佛 / Bersyukur , Berterima Kasih , Ada Hati Belajar Buddha Dharma untuk Pencerahan Pribadi dan berbagi juga untuk keberuntungan orang banyak, jadi manusia berguna, tidak terjebak khayalan dan bayangan sendiri, karena hidup ini the real/ nyata dan Indah!

SELAMAT HARI TRISUCI WAISAK 2561 BE / 2017. Semoga semua makhluk hidup bisa lebih beruntung dan bahagia. Svaha.

Jakarta,Waisak 2561 BE / 2017
Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia

Maha Bhiksu Dutavira Sthavira
Ketua Umum