Kata Sambutan Majelis Umat Buddha Mahayana Indonesia-Majubumi) Pada Perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE Tahun 2017 Perwakilan Umat Buddha Indonesia

Kata Sambutan
Majelis Umat Buddha Mahayana Indonesia-Majubumi)
Pada Perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE Tahun 2017
Perwakilan Umat Buddha Indonesia

Oleh: Bhiksuni Virya Guna Mahasthavira

Namo Bhagavate Sakyamunaye Tathagataya Arhate Samyaksambuddhaya Terpujilah Hyang Tathagata / Tuhan Yang Maha Esa Sumber Kesucian Para Buddha dan Bodhisatva. Semoga dengan Sradha dan Pengertian Yang Benar membangkitkan Kesadaran dan Tercapailah Kebahagiaan bagi kita semua.

Namo Buddhaya,

Hari Raya Waisak diperingati setiap tahun oleh umat Buddha di Indonesia, bahkan umat Buddha di seluruh dunia. Waisak selain untuk mengenang kemuliaan dan keluruhan Hyang Buddha Sakyamuni, yang menjadi tauladan bagi umat manusia dalam mengembangkan kebajikan, menciptakan kebahagiaan dan kedamaian hidup. Buddha dalam ajarannya mengingatkan kita pada kelahiran, tua, sakit dan mati, yang merupakan bentuk penderitaan yang tiada akhirnya. Dengan kesadaranNya, dan usahaNya, Beliau menemukan jalan keluar membebaskan derita samsara, hidup penuh kebijaksanaan / Prajna dan mencapai Nirwana (Parinirvana).

Namun lebih dari itu, di Indonesia, Waisak justru menjadi sangat penting, karena pada hari ini seluruh umat yang terdiri dari berbagai aliran dan sekte BERSATU, merangkapkan tangan bersama-sama, mewujudkan semangat Persatuan dan Kesatuan semua unsur perbedaan menjadi satu keharmonisan menjadi kekuatan bersama meningkatkan Kesadaran kita terlahir sehingga kita dapat hidup dengan Kebijkasanaan (Prajna) di dunia ini.

Oleh karenanya sangatlah tepat Tema Waisak 2561 BE tahun 2017 ini, “ Tingkatkan Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan” dan sub tema “Kembangkan Hati Buddha dan Potensi keBuddhaan”.

Kegiatan Ritual Hari Waisak yang dimulai dari Pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit, Pengambilan Api Abadi di Mrapen sampai dengan Ritual Penyambutan di candi Mendut, prosesi Waisak dan terakhir menyambut detik-detik Waisak di Pelataran Candi Borobudur, merupakan simbolisasi usaha-usaha umat Manusia dalam mengembangkan Kesadaran menuju tercapainya Kebijaksanaan. Air bermakna “Kesederhaan dan Kerendahan Hati” menjadi dasar sikap Cinta Kasih / Maitri dan Kasih Sayang / Karuna. Api bermakna “Semangat / Virya” dalam usaha-usahanya mencapai Kebijaksanaan/ Prajna.

Akhir kata, kami mengucapkan “Selamat Merayakan Hari Raya Waisak 2561 BE tahun 2017. Semoga kita senantiasa menjaga dan meningkatkan Kesadaran menjadi Kebijaksanaan dalam kehidupan ini, sehingga tercapailah kebahagiaan bagi semaua mahluk.

Tadhyata Om, Gate Gate Para Gate Parasamgate Bodhi Svaha.

Maitri Karuna Cita,

Bhiksuni Virya Guna Maha Sthavira
Ketua Umum