WALUBI

Kata Sambutan Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (MAHABUDHI)



Kata Sambutan Majelis Mahayana Buddhis Indonesia (MAHABUDHI)

Salam sejahtera dan salam Waisak bagi kita semua.

Namo Buddhaya.

Pertama-tama marilah kita dengan segenap hati bersyukur dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Hyang Triratna Buddha, Dharma dan Sangha Tuhan Yang Maha Esa, atas bimbingan dan perlindungannya sehingga kita semua dapat merayakan Waisak Nasional BE 2561/2017. Tentu kita semua berbahagia di Hari Trisuci Waisak ini, hari yang disucikan dan dimuliakan oleh umat Buddha di berbagai penjuru dunia. Semoga peringatan Hari Waisak tahun ini dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi umat Buddha di mana saja berada.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Seluruh kegiatan Bakti Sosial dan rangkaian Ritual Trisuci Waisak yang dipusatkan di candi agung Borobudur dan candi Mendut untuk mengajak dan memberi kesempatan untuk seluruh umat Buddha bersama-sama memperingati Hari Trisuci Waisak. Adapun semua kegiatan Waisak Nasional setiap tahunnya diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI). Perayaan Waisak dimaksudkan untuk memperingati dan merayakan tiga peristiwa penting dan sakral dalam agama Buddha, yaitu: lahirnya Bodhisattva Siddhartha Gautama, diperolehnya kesadaran agung yang dicapai oleh Hyang Buddha Sakyamuni, dan wafatnya Buddha dalam istilah Buddhis mencapai Maha Parinirvana. Perjalanan kehidupan Hyang Buddha inilah yang menjadi contoh teladan bagi umat Buddha di seluruh dunia yang patut digugu dan ditiru.
Perjalanan spiritual yang dialami petapa Sidharta Gautama syarat dengan nilai-nilai keteladanan, tekad yang kuat untuk meraih martabat dan kesempurnaan hidup, sikap yang tidak terbelenggu oleh ego, dan hawa nafsu, serta mengedepankan sinergi antara kecerdasan dan keluasan wawasan dengan keluhuran batin dan akhlak mulia. Nilai-nilai keteladanan Guru Buddha yang syarat makna itu tetap lestari dan relevan hingga saat ini, sekaligus menjadi sumber inspirasi dan motivasi yang tidak pernah kering dan tidak memudar bagi umat Buddha. Pendalaman nilai-nilai universal dari ajaran agama Buddha dapat memberikan kekuatan batin bagi umatnya dalam membina kehidupan berlandaskan pegangan moral yang kokoh, kesadaran keagamaan yang tinggi dan kekayaan rohani yang lestari. Umat Buddha selain menguasai agama Buddha , juga harus membangun mentalitasn moralitas dan spiritualitasnya yang berkembang, sejahtera kehidupan sosial ekonominya dan kuat penguasaan ilmu dan teknologinya, hingga dapat tampil sebagai umat Buddha yang unggul dan maju, dapat mengisi pembangunan Bangsa dan Negara.

Adapun Tema dan sub tema yang diangkat pada perayaan Waisak pada tahun ini, yaitu, “Meningkatkan Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan” , dan Mengembangkan Hati Buddha dan Potensi Kebuddhaan , saya nilai efektif dan tepat sasaran, untuk menyadarkan dan menggugah semua umat Buddha agar menyadari ‘Buddha Natural’nya sendiri, dan dengan Hati Buddha dapat mengisi dan melakoni kehidupan yang begitu kompleks, penuh persaingan, banyak godaan dan jeratan, agar tidak mudah stress, kacau, galau dan kotor batinnya. Hidup tanpa kebijaksanaan pasti kehidupan itu penuh kekacauan. Oleh karena itu, kebijaksanaan sangat dibutuhkan pada era sekarang ini untuk mengatasi semua problem kehidupan dan mengisi kehidupan secara bijaksana. Hati Buddha itulah sumber kebijaksanaan yang merupakan sumber kekuatan yang mampu menghasilkan energi positif menuju kehidupan yang sejahtera, aman, tenteram, dan damai.

Memang harus kita akui, persoalan bangsa dan Negara yang kita hadapi semakin hari semakin berat . Adalah tugas kita bersama mulai dari jajaran pemerintah, para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan segenap komponen bangsa untuk bekerja lebih keras bagi kemajuan bangsa dan negara kita. Siapa lagi yang akan membawa bangsa dan negara kita ke arah yang lebih baik, selain bangsa kita sendiri. Siapa lagi yang akan mencari solusi atas berbagai persoalan, jika bukan kita sendiri. Kita tidak boleh hanya pandai mencerca, menyalahkan dan mendeskriditkan siapa pun juga atau menyebarkan berita hoax untuk merusak citra dan reputasi orang lain. Jangan pula kita berambisi buruk untuk merusak yang sudah baik mengganti idiologi lain, selain rawan perpecahan juga rawan dengan konflik. Marilah kita menjaga dan melestari Empat Pilar Kebangsaan demi keselamatan,keutuhan dan kejayaan Bangsa dan Negara Indonesia. Tugas dan kewajiban kita adalah suburkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Tingkatkan empati dan toleransi terhadap bangsa yang majemuk. Mari kita tebarkan cinta kasih dan belas kasih yang dilandasi kebijaksanaan. Kita ciptakan suasana kehidupan yang rukun, yang damai, dan yang harmonis. Mari kita bangun semangat kerja keras yang dilandasi sikap kekeluargaan, kegotong-royongan dan tolong-menolong dengan sesama warga bangsa.

Kepada para Pemuka Agama, saya mengajak untuk mengedepankan kearifan, kewibawaan, dan kemuliaan dalam menghadapi berbagai persoalan. Saya sungguh berharap para tokoh agama dapat memainkan peran utama untuk memberikan pencerahan, pencerdasan, dan keteladanan kepada umatnya. Sungguh mulia adanya jika para pemuka agama senantiasa memberikan pernyataan yang menenteramkan, mendamaikan dan memberikan motivasi kepada umatnya untuk terus bersikap optimis dan berpikir positif, seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita. Kepada segenap jajaran perwakilan umat Buddha Indonesia, WALUBI, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas peran aktif dan partisipasinya dalam membimbing dan membina umat Buddha di tanah air. Saya amat berterima kasih atas sumbangan pemikiran, dorongan semangat dan doa yang tulus bagi kemaslahatan, ketenteraman dan kemajuan bangsa dan negara kita.

Terima kasih. Akhirnya kepada umat Buddha di seluruh tanah air, sekali lagi, saya sampaikan salam hormat dan salam bahagia di Hari Suci Waisak yang mulia ini. Semoga Hyang Triratna, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kecerahan hati dan kejernihan berpikir kepada segenap umat Buddha di hari yang amat dimuliakan ini. Selamat Hari Trisuci Waisak BE 2561/2017, Semoga semua makhluk berbahagia. Terima kasih.

Maitricittena


Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira
Ketua Dewan Kehormatan Walubi & Ketum Mahabudhi