Hartati Murdaya Ketua Umum Walubi Masa Bakti 2017- 2022

MenagLukman didampingi Ibu Hartati,Bhante Pabbakharo,Suhu Benny, Suhu Jingren,NurSyam Plt Dirjen Buddha dan Ongko meresmikan Pasamuan Agung III
Seluluh Jajaran DPP Waubi 2017-2022 saat di berkati oleh Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira dan Bhikhu Kanith.
 Pasamuan Agung III Perwakilan Umat Buddha (WALUBI), Hartati Murdaya terpilih kembali menjadi ketua umum Walubi masa bakti 2017-2022, diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran Jakarta, pada Sabtu-Minggu,15-16 April 2017.

Menteri Agama Lukman hakim Saefuddin, meminta agar Walubi menjadi rumah besar kalangan agama Buddha.

“Walubi agar tetap menjadi rumah besar bagi seluruh majelis dan aliran agama Buddha,” ujar Menteri Agama Luqman Hakim saat membuka Pasamuan Agung III Walubi di gedung Jiexpo Kemayoran, Jakpus, Sabtu (15/4).

Menteri Agama : Walubi Agar Tetap Menjadi Tuan Rumah Bagi Umat Buddha

“Semangat umat Buddha dalam menjalankan ibadah maupun hubungan sosial lintas agama semakin baik. Hal itu terlihat dari aktivitasnya yang terus meningkat. Bukan hanya kegiatan keagamaan semata, melainkan juga berbagai kegiatan sosial,” ujar Luqman di hadapan seribuan hadirin yang terdiri dari bhiku, bhiksu, rohaniawan, dan tokoh masyarakat.

Menag Lukman, Hartati,NurSyam, Arief Harsono, Murdaya Po, Anton Setiawan dan jajaran pengurus Walubi, berfoto bersama.
Jajaran DPP Walubi masa bhakti 2017-2022 pimpinan Hartati Murdaya sebelum bersumpah dan dilantik, berfoto bersama

 

“Selamat menjalankan pasamuan. Semoga melalui kegiatan musyawarah ini dapat menyusun kepengurusan dan program yang pro-pembangunan,” tambahnya.

Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya menjelaskan, Walubi merupakan wadah dari 13 aliran Buddha di Indonesia,dan melalui pasamuan agung atau musyawarah nasional, diharapkan dapat menyempurnakan kelembagaan Walubi untuk berperan aktif dalam menjalankan program pembangunan antarumat beragama.

Sejak berdirinya Walubi, para umat Buddha terus berupaya menjalankan visi dan misinya membangun kebajikan. “Prinsip dasar Walubi adalah non-intervensi sesama anggota, tidak saling mencela maupun berkonflik. Sebaliknya harus saling menghormati agar semakin maju dan bersatu,” ujar Hartati.

Turut hadir pada pertemuan tersebut sejumlah pejabat Forkopimda DKI Jakarta, antara lain Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana dan Sekko Jakpus Iqbal Akbaruddin mewakili Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono.(toto)